Sinergi Lintas Sektor Percepat Penurunan Angka Stunting di Wonosobo

Rabu, 15 Oktober 2025 - 20:46 WIB
Perwakilan Tim CGDTPS, Nidaan Khafian menyampaikan proposisi sementara, yaitu kurangnya kolaborasi di level komunitas. "Hal ini merupakan salah satu faktor yang membuat praktik tata kelola pemerintahan kolaboratif dalam penanganan stunting di Wonosobo kurang optimal," kata Nidaan dalam keterangannya, Rabu (15/10/2025).

Namun Nidaan menambahkan bahwa kolaborasi yang dilakukan di antara aktor pemerintah telah berjalan dengan baik.

Baca juga: BMKG Prediksi Panas Ekstrem di Jakarta dan Wilayah Lain Reda Awal November

Anggota tim lainnya Dhian Kusumawardhani memaparkan materi mengenai pola pengasuhan. Ia menyoroti bahwa sekitar 75% ibu merupakan ibu pekerja. Sehingga pengasuhan sering dialihkan kepada anggota keluarga lain seperti nenek atau tante. Hal ini menuntut manajemen waktu yang baik bagi ibu bekerja dan kesiapan sebelum berangkat bekerja.

Dhian juga menekankan bahwa stunting bukan hanya masalah medis, tetapi juga sosial dan budaya, di mana keluarga dan masyarakat sebagai kesatuan sosial berperan dalam menentukan kualitas tumbuh kembang anak.

“Jadi kebijakan dalam penanganan stunting perlu menggabungkan intervensi formal dengan kearifan lokal. Revitalisasi tradisi menjadi strategi berkelanjutan untuk kemandirian keluarga,” ujar Dhian.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!