Sinergi Lintas Sektor Percepat Penurunan Angka Stunting di Wonosobo

Rabu, 15 Oktober 2025 - 20:46 WIB
loading...
Sinergi Lintas Sektor...
Pendekatan kolaboratif dilakukan oleh semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, swasta, hingga masyarakat dalam penanganan stunting di Wonosobo, Jawa Tengah. Foto/Ist
A A A
WONOSOBO - Stunting merupakan permasalahan kompleks yang tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak. Pendekatan kolaboratif yang sistemik harus dilakukan oleh semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, swasta, hingga masyarakat agar tercapai zero stunting.

Kabupaten Wonosobo merupakan salah satu contoh praktik terbaik di Jawa Tengah dalam pelaksanaan kolaborasi multi-aktor. Meskipun tingkat prevalensi stunting di kabupaten ini tertinggi kedua di Jawa Tengah, upaya berkolaborasi dalam penanganan stunting tidak pernah terhenti.

Baca juga: Mendagri Dorong Fungsi MBG di 3T untuk Tekan Stunting dan Kesejahteraan Masyarakat

Berangkat dari fenomena dan upaya kolaboratif dalam penanganan stunting, Kelompok Riset Collaborative Governance, Digital Transformation, and Public Services (CGDTPS), Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat mengenai Tata Kelola Kolaboratif dalam Penanganan Stunting di Wonosobo.

Tim CGDTPS menyelenggarakan kegiatan pengumpulan data dan audensi publik di Desa Pagerejo, Desa Surengede, serta Kelurahan Jaraksari.

Perwakilan Tim CGDTPS, Nidaan Khafian menyampaikan proposisi sementara, yaitu kurangnya kolaborasi di level komunitas. "Hal ini merupakan salah satu faktor yang membuat praktik tata kelola pemerintahan kolaboratif dalam penanganan stunting di Wonosobo kurang optimal," kata Nidaan dalam keterangannya, Rabu (15/10/2025).

Namun Nidaan menambahkan bahwa kolaborasi yang dilakukan di antara aktor pemerintah telah berjalan dengan baik.

Baca juga: BMKG Prediksi Panas Ekstrem di Jakarta dan Wilayah Lain Reda Awal November

Anggota tim lainnya Dhian Kusumawardhani memaparkan materi mengenai pola pengasuhan. Ia menyoroti bahwa sekitar 75% ibu merupakan ibu pekerja. Sehingga pengasuhan sering dialihkan kepada anggota keluarga lain seperti nenek atau tante. Hal ini menuntut manajemen waktu yang baik bagi ibu bekerja dan kesiapan sebelum berangkat bekerja.



Dhian juga menekankan bahwa stunting bukan hanya masalah medis, tetapi juga sosial dan budaya, di mana keluarga dan masyarakat sebagai kesatuan sosial berperan dalam menentukan kualitas tumbuh kembang anak.

“Jadi kebijakan dalam penanganan stunting perlu menggabungkan intervensi formal dengan kearifan lokal. Revitalisasi tradisi menjadi strategi berkelanjutan untuk kemandirian keluarga,” ujar Dhian.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Wonosobo, Tono Prihatono menegaskan bahwa penurunan stunting tidak hanya diukur dari angka statistik. Tetapi juga harus memahami faktor kesehatan, pola asuh keluarga, dan budaya masyarakat.

“Stunting bukan hanya persoalan ekonomi. Ada keluarga yang secara finansial mampu tetapi tetap memiliki anak stunting karena rendahnya literasi gizi dan pola pengasuhan. Pemetaan masalah yang detail sangat penting agar intervensi tepat sasaran,” tegasnya.

Sekretaris Dinas KB Kabupaten Wonosobo, Aryati Prabandari menegaskan keberhasilan percepatan penurunan stunting adalah hasil kerja sama lintas sektor yang solid.

“Awalnya, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) digerakkan oleh Bappeda, Dinas Kesehatan, dan Dinas KB. Prinsip TPPS adalah kita, bukan aku, bukan kamu. Prinsip ini membuat seluruh perangkat daerah bergerak bersama tanpa lempar tanggung jawab,” ujarnya.

Pemkab Wonosobo juga menghadirkan inovasi lokal, salah satunya Puspaga dengan program Tungkup Ceting (Tunda Sampai Cukup untuk Mencegah Stunting), yang berhasil menekan angka pernikahan usia anak dari lebih 2.000 kasus pada 2019 menjadi 42 kasus hingga Maret 2025.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kukuhkan Pengurus Pusat...
Kukuhkan Pengurus Pusat IKA-Boy Periode 2025-2029, Didik Haryadi Persatukan Perantau Boyolali
ANDALAS Forum VI Digelar...
ANDALAS Forum VI Digelar di Palembang, Sinergi Energi Jadi Sorotan
Diikuti 700 Pelari,...
Diikuti 700 Pelari, Nutrition Run 2026 Galang Donasi untuk Anak Stunting
1 Orang Tewas Tertimbun...
1 Orang Tewas Tertimbun Material Longsor di Wonosobo
Peringati Hari Gizi...
Peringati Hari Gizi Nasional, BRI Peduli Perkuat Upaya Pencegahan Stunting di Berbagai Wilayah
Kolaborasi Bank BPD...
Kolaborasi Bank BPD Bali dan Askrindo Lindungi Nasabah hingga Sektor Mikro
Perkuat Ekosistem Emas...
Perkuat Ekosistem Emas Nasional, Pegadaian dan ANTAM Jalin Sinergi Strategis
Anggota DPRD Jember...
Anggota DPRD Jember Main Game dan Merokok di Ruang BerAC Saat RDP Tekan Stunting
Gerakan Dapur Indonesia...
Gerakan Dapur Indonesia Gelar Konsolidasi Perkuat Program MBG dan Atasi Stunting
Rekomendasi
Asal-usul Puasa Asyura...
Asal-usul Puasa Asyura dan Tasua, Benarkah Berasal dari Tradisi Yahudi?
Nyaris Telanjang, Ivana...
Nyaris Telanjang, Ivana Knoll Bikin Gempar Piala Dunia 2026
Timnas Amerika Serikat...
Timnas Amerika Serikat Ungguli Australia 2-0 di Babak Pertama
Berita Terkini
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Pramono Anung Siapkan 500 Ondel-ondel Karya Desainer Top
Warga Rawa Buaya Bersyukur...
Warga Rawa Buaya Bersyukur Terima Bantuan Kursi Roda dari Dina Masyusin dan Dinsos
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved