Harga Minyak Dunia Kembali Turun Diterpa Ketegangan Perdagangan China-AS

Senin, 04 Mei 2020 - 11:44 WIB
Pasar menemukan dukungan minggu lalu saat produsen minyak utama yang dipimpin oleh Arab Saudi dan Rusia sepakat untuk mulai mengurangi produksi pada tanggal 1 Mei. Sementara dua produsen Amerika Serikat, Exxon Mobil Corp dan Chevron Corp, masing-masing mengatakan mereka akan memotong output sebesar 400.000 barel per hari pada kuartal ini.

Pemangkasan produksi dikombinasikan dengan melonggarkan pembatasan bisnis atau lockdown di beberapa negara bagian AS dan juga kota-kota lain di seluruh dunia. Hal ini diharapkan bisa menekan banjir bahan bakar global dan tekanan pada penyimpanan, hingga membantu untuk mendorong harga seperti minggu lalu.

Pengeboran minyak AS memotong 53 rig minyak dalam sepekan hingga 1 Mei, untuk membuat secara total turun ke 325 atau menjadi yang terendah sejak Juni 2016, seperti disampaikan perusahaan jasa energi Baker Hughes.

Namun pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengancam bakal mempertimbangkan menaikkan tarif untuk membalas China yang dianggap sebagai penyebab penyebaran wabah virus corona. Ketegangan perdagangan dapat menarik harapan pemulihan ekonomi dan menutup keuntungan harga minyak.

"Dimulainya kembali perang Dagang akan merugikan harga minyak dalam jangka panjang," kata Stephen Innes, kepala ahli strategi pasar global di perusahaan jasa keuangan AxiCorp.
(vit)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!