IKAPPI DKI Tolak Preman Jadi Penegak Protokol Kesehatan
Sabtu, 12 September 2020 - 17:53 WIB
“Tidak bisa kita pungkiri omset para pedagang memang turun drastis, mereka mencari nafkah untuk keluarga dirumah, tetapi kok malah diawasi preman? Jelas para pedagang pasar akan merasa terintimidasi dengan kehadiran para preman pasar mengawasi aktivitas mereka," tambahnya.
IKAPPI DKI Jakarta mendorong agar pemerintah atau apparat keamanan (TNI-Polri) menyiapkan langkah-langkah yang kongkrit dan diharapkan oleh para pedagang, agar para pedagang merasa terlindungi dan terayomi dengan baik.
IKAPPI DKI Jakarta juga merekomendasikan untuk melibatkan Pramuka atau Personil IKAPPI untuk membantu memberikan penyuluhan dan mengingatkan bahaya Covid-19 kepada para Pedagang di Pasar dengan cara yang lebih Humanis ketimbang ide melibatkan Preman Pasar yang cenderung justru kurang Humanis dan tidak mengayomi para Pedagang.
"Pedagang sudah tertekan. Kami berharap kita semua membantu pedagang agar mampu melewati kondisi berat ini," tutup Miftah. (Baca juga: Respons Satpol PP DKI Soal Pelibatan Preman Awasi Protokol Kesehatan di Pasar )
IKAPPI DKI Jakarta mendorong agar pemerintah atau apparat keamanan (TNI-Polri) menyiapkan langkah-langkah yang kongkrit dan diharapkan oleh para pedagang, agar para pedagang merasa terlindungi dan terayomi dengan baik.
IKAPPI DKI Jakarta juga merekomendasikan untuk melibatkan Pramuka atau Personil IKAPPI untuk membantu memberikan penyuluhan dan mengingatkan bahaya Covid-19 kepada para Pedagang di Pasar dengan cara yang lebih Humanis ketimbang ide melibatkan Preman Pasar yang cenderung justru kurang Humanis dan tidak mengayomi para Pedagang.
"Pedagang sudah tertekan. Kami berharap kita semua membantu pedagang agar mampu melewati kondisi berat ini," tutup Miftah. (Baca juga: Respons Satpol PP DKI Soal Pelibatan Preman Awasi Protokol Kesehatan di Pasar )
(mhd)
Lihat Juga :