Ngebor Tanah Buat Sumur, Warga Grobogan Dikagetkan Semburan Gas
Sabtu, 12 September 2020 - 17:03 WIB
Polisi telah memasang garis polisi di sekitar lokasi semburan gas , untuk mengantisipasi bahaya yang bisa setiap saat muncul dan berpotensi mencelakai warga. "Pengerjaan pengeboran sudah berlangsung selama lima hari," ujar Feriwanto.
(Baca juga: 550 Personel Disiagakan, Jangan Bikin Rusuh di Pilkada Rembang )
Dia juga mengatakan, saat proses pengeboran sempat menyemburkan air setinggi satu meter. Namun beberapa jam kemudian air surut dan berganti dengan semburan gas yang cukup besar.
"Awalnya saya rasakan ada uap yang sangat panas dari dalam sumur. Mengetahui hal itu, akhirnya aktivitas pengeboran dihentikan lalu saya melaporkan ke pemerintah desa," ungkapnya. (Baca juga: Eri Cahyadi Doakan Machfud Arifin Segera Sembuh dari COVID-19 )
Tim Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) telah diturunkan ke lokasi untuk memeriksa semburan gas tersebut. Pemilik lahan juga diminta untuk mengawasi semburan tersebut selama sepekan ke depan, jika kondisinya stabil bahkan semakin besar, maka semburan gas bisa dimanfaatkan pemilik lahan dan warga sekitar untuk bahan bakar rumah tangga.
(Baca juga: 550 Personel Disiagakan, Jangan Bikin Rusuh di Pilkada Rembang )
Dia juga mengatakan, saat proses pengeboran sempat menyemburkan air setinggi satu meter. Namun beberapa jam kemudian air surut dan berganti dengan semburan gas yang cukup besar.
"Awalnya saya rasakan ada uap yang sangat panas dari dalam sumur. Mengetahui hal itu, akhirnya aktivitas pengeboran dihentikan lalu saya melaporkan ke pemerintah desa," ungkapnya. (Baca juga: Eri Cahyadi Doakan Machfud Arifin Segera Sembuh dari COVID-19 )
Tim Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) telah diturunkan ke lokasi untuk memeriksa semburan gas tersebut. Pemilik lahan juga diminta untuk mengawasi semburan tersebut selama sepekan ke depan, jika kondisinya stabil bahkan semakin besar, maka semburan gas bisa dimanfaatkan pemilik lahan dan warga sekitar untuk bahan bakar rumah tangga.
Lihat Juga :