Diteror sejak 2024, WhatsApp Direktur Imparsial Diretas hingga Mobilnya Dirusak

Selasa, 09 September 2025 - 21:32 WIB
"Itu dokumen aktivitas kegiatan yang kalau jatuh di tangan pencuri tidak ada gunanya. Tapi kalau di tangan orang yang memang punya niat untuk melemahkan kerja-kerja kami itu mungkin berguna," tutur Ardi.

Ardi mengaku tidak bisa menduga apakah peristiwa ini merupakan kriminal biasa atau justru terstruktur. Namun menurutnya, gelombangan teror ini patut diduga sebagai serangan terhadap kerja-kerja pembela hak asasi manusia lantaran selalu terjadi saat Imparsial melakukan kritik aktif di beberapa momen.

"Kita tidak ingin menuduh, tetapi ada pola yang terlihat, terbaca, ketika kami melakukan kritik terhadap beberapa peristiwa yang terjadi belakangan ini, kemudian serangan terhadap kawan-kawan di Imparsial, termasuk saya, maupun kantor, dan kawan-kawan yang lain, itu terjadi," tandasnya.

(Jonathan Simanjuntak).
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!