Diteror sejak 2024, WhatsApp Direktur Imparsial Diretas hingga Mobilnya Dirusak
Selasa, 09 September 2025 - 21:32 WIB
loading...
Direktur Imparsial Ardi Manto melapor ke Polda Metro Jaya usai mendapatkan serangkaian aksi teror sejak 2024. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Direktur Imparsial Ardi Manto mendapatkan serangkaian aksi teror yang dinilai sebagai bentuk intimidasi atas kerja-kerja pembela hak asasi manusia. Aksi teror itu pun langsung dilaporkan ke Polda Metro Jaya bersama Tim Advokasi untuk Keadilan.
Ardi menyampaikan serangkaian aksi teror ini sebenarnya mulai didapatinya sejak Desember 2024 lalu. Namun, pada 20 Agustus 2025 ia mulai mendapatkan teror terkait peretasan akun WhatsApp pribadinya.
"Peretasan akun Instagram kantor (@imparsial) di bulan Juli, kemudian berlanjut peretasan, pengambilalihan akun WhatsApp saya di tanggal 20-28 Agustus 2025," kata Ardi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (9/9/2025).
Baca juga: Dianggap Gagalkan Status Darurat Militer, Pegiat Media Sosial Ferry Irwandi Diteror Akun Anonim
Tak selesai sampai di situ, Ardi juga mengalami teror berupa perusakan kendaraan. Selain perusakan kendaraan, pelaku juga mengambil dokumen milik Imparsial yang ada di dalamnya.
Ardi menjelaskan peristiwa perusakan mobil ini terjadi pada 8 September 2025. Dirinya yang saat itu singgah di rumah makan di kawasan Jatiasih, Kota Bekasi tiba-tiba mendapati mobilnya dirusak dan dokumen imparsial diambil.
"Itu dokumen aktivitas kegiatan yang kalau jatuh di tangan pencuri tidak ada gunanya. Tapi kalau di tangan orang yang memang punya niat untuk melemahkan kerja-kerja kami itu mungkin berguna," tutur Ardi.
Ardi mengaku tidak bisa menduga apakah peristiwa ini merupakan kriminal biasa atau justru terstruktur. Namun menurutnya, gelombangan teror ini patut diduga sebagai serangan terhadap kerja-kerja pembela hak asasi manusia lantaran selalu terjadi saat Imparsial melakukan kritik aktif di beberapa momen.
"Kita tidak ingin menuduh, tetapi ada pola yang terlihat, terbaca, ketika kami melakukan kritik terhadap beberapa peristiwa yang terjadi belakangan ini, kemudian serangan terhadap kawan-kawan di Imparsial, termasuk saya, maupun kantor, dan kawan-kawan yang lain, itu terjadi," tandasnya.
(Jonathan Simanjuntak).
Ardi menyampaikan serangkaian aksi teror ini sebenarnya mulai didapatinya sejak Desember 2024 lalu. Namun, pada 20 Agustus 2025 ia mulai mendapatkan teror terkait peretasan akun WhatsApp pribadinya.
"Peretasan akun Instagram kantor (@imparsial) di bulan Juli, kemudian berlanjut peretasan, pengambilalihan akun WhatsApp saya di tanggal 20-28 Agustus 2025," kata Ardi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (9/9/2025).
Baca juga: Dianggap Gagalkan Status Darurat Militer, Pegiat Media Sosial Ferry Irwandi Diteror Akun Anonim
Tak selesai sampai di situ, Ardi juga mengalami teror berupa perusakan kendaraan. Selain perusakan kendaraan, pelaku juga mengambil dokumen milik Imparsial yang ada di dalamnya.
Ardi menjelaskan peristiwa perusakan mobil ini terjadi pada 8 September 2025. Dirinya yang saat itu singgah di rumah makan di kawasan Jatiasih, Kota Bekasi tiba-tiba mendapati mobilnya dirusak dan dokumen imparsial diambil.
"Itu dokumen aktivitas kegiatan yang kalau jatuh di tangan pencuri tidak ada gunanya. Tapi kalau di tangan orang yang memang punya niat untuk melemahkan kerja-kerja kami itu mungkin berguna," tutur Ardi.
Ardi mengaku tidak bisa menduga apakah peristiwa ini merupakan kriminal biasa atau justru terstruktur. Namun menurutnya, gelombangan teror ini patut diduga sebagai serangan terhadap kerja-kerja pembela hak asasi manusia lantaran selalu terjadi saat Imparsial melakukan kritik aktif di beberapa momen.
"Kita tidak ingin menuduh, tetapi ada pola yang terlihat, terbaca, ketika kami melakukan kritik terhadap beberapa peristiwa yang terjadi belakangan ini, kemudian serangan terhadap kawan-kawan di Imparsial, termasuk saya, maupun kantor, dan kawan-kawan yang lain, itu terjadi," tandasnya.
(Jonathan Simanjuntak).
(cip)
Lihat Juga :