Terluka Parah saat Amankan Demo Ricuh, 4 Polisi Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa
Senin, 08 September 2025 - 09:45 WIB
Ipda Sandi mengatakan, pada Jumat 29 Agustus 2025 lalu, bersama anggota lain, melakukan pengamanan unjuk rasa di depan gerbang Polres Karawang. Tiba-tiba terdengar suara petasan dan lemparan batu.
"Saya terkena lemparan batu atau benda keras saat pengamanan unjuk rasa pada hari Jumat," kata Sandi ditemui di Mapolda Jabar seusai upacara kenaikan pangkat luar biasa, Senin (7/9/2025).
Akibat terkena lemparan batu, darah segar keluar dari luka di kepala Ipda Sandi. Saat itu, Ipda Sandi dalam kondisi sadar dibawa ke masjid untuk mendapatkan perawatan medis. Selanjutnya, Ipda Sandi dirujuk ke Rumah Sakit Kramat Jati untuk mendapatkan operasi tempurung tengkorak kepala. "Tempurung tengkorak retak hancur, dioperasi di rumah sakit Kramat jati diganti titanium," ujar Ipda Sandi.
Walaupun musibah menimpanya, Ipda Sandi bersyukur masih selamat hingga akhirnya mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa dari Aiptu ke Ipda. "Alhamdulillah, ada hikmah dari musibah ini," tuturnya.
Sementara itu, anggota Polres Indramayu Bripda Adzul Faqqor harus mengalami patah pergelangan tangan kanan saat hendak mengamankan seorang pendemo anarkistis. Akibat cedera itu, Briptu Adzul harus menggunakan alat bantu penyangga tangan.
Adzul mendapatkan kenaikan pangkat dari Bripda ke Briptu. "Saya hendak mengamankan massa anarkistis di depan gerbang Polres Indramayu," kata Briptu Adzul.
"Saya terkena lemparan batu atau benda keras saat pengamanan unjuk rasa pada hari Jumat," kata Sandi ditemui di Mapolda Jabar seusai upacara kenaikan pangkat luar biasa, Senin (7/9/2025).
Akibat terkena lemparan batu, darah segar keluar dari luka di kepala Ipda Sandi. Saat itu, Ipda Sandi dalam kondisi sadar dibawa ke masjid untuk mendapatkan perawatan medis. Selanjutnya, Ipda Sandi dirujuk ke Rumah Sakit Kramat Jati untuk mendapatkan operasi tempurung tengkorak kepala. "Tempurung tengkorak retak hancur, dioperasi di rumah sakit Kramat jati diganti titanium," ujar Ipda Sandi.
Walaupun musibah menimpanya, Ipda Sandi bersyukur masih selamat hingga akhirnya mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa dari Aiptu ke Ipda. "Alhamdulillah, ada hikmah dari musibah ini," tuturnya.
Sementara itu, anggota Polres Indramayu Bripda Adzul Faqqor harus mengalami patah pergelangan tangan kanan saat hendak mengamankan seorang pendemo anarkistis. Akibat cedera itu, Briptu Adzul harus menggunakan alat bantu penyangga tangan.
Adzul mendapatkan kenaikan pangkat dari Bripda ke Briptu. "Saya hendak mengamankan massa anarkistis di depan gerbang Polres Indramayu," kata Briptu Adzul.
(zik)
Lihat Juga :