LKPJ Bupati Teluk Bintuni Diterima Aklamasi Seluruh Fraksi DPRD
Jum'at, 11 September 2020 - 16:12 WIB
“Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2019, yang telah di audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Provinsi Papua Barat, berhasil memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian/(WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun 2019, capaian ini merupakan WTP yang keenam kalinya, dan merupakan capaian yang keempat kalinya selama kepemimpinan saya bersama Bapak Matret Kokop, yaitu LKPD 2016, LKPD 2017, LKPD 2018 dan LKPD 2019,” ungkap Bupati Kasihiw pada pidatonya.
Bupati Kasihiw pada nota pengantarnya juga memaparkan kesuksesan pemerintah daerah dalam menangani defisit APBD dengan strategi pengendalian belanja daerah secara efektif dan efisien. Juga menggali potensi pendapatan daerah dari berbagai sumber dan berkoordinasi secara intens dengan kementerian keuangan melalui Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan.
Atas defisit yang terjadi karena tidak tersalurkannya Dana Bagi Hasil (DBH) Sumber Daya Alam, pemerintah daerah bersama Dirjen Perimbangan Keuangan akhirnya bisa mengubah simulasi defisit APBD Teluk Bintuni menjadi surplus.
“Berubahnya simulasi defisit menjadi surplus ini, bukanlah sebuah prestasi, tapi bisa dijadikan momentum untuk memastikan bahwa pemerintah daerah mampu menangani tantangan defisit, tanpa harus menggunakan skema pinjaman,” kata Bupati Kasihiw.
Bupati Kasihiw juga memaparkan sejumlah capaian pemerintah daerah pada kinerja mereka dalam mengembangkan Sumber Daya Manusia, pada indikator-indikator: Angka Melek Huruf yang meningkat sebesar 0,46%, Angka rata-rata lama sekolah yang mengalami peningkatan sebesar 0,18%, Angka Harapan Lama Sekolah sebesar 0,23%, Angka Usia Harapan Hidup sebesar 0,45 tahun, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Bupati Kasihiw pada nota pengantarnya juga memaparkan kesuksesan pemerintah daerah dalam menangani defisit APBD dengan strategi pengendalian belanja daerah secara efektif dan efisien. Juga menggali potensi pendapatan daerah dari berbagai sumber dan berkoordinasi secara intens dengan kementerian keuangan melalui Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan.
Atas defisit yang terjadi karena tidak tersalurkannya Dana Bagi Hasil (DBH) Sumber Daya Alam, pemerintah daerah bersama Dirjen Perimbangan Keuangan akhirnya bisa mengubah simulasi defisit APBD Teluk Bintuni menjadi surplus.
“Berubahnya simulasi defisit menjadi surplus ini, bukanlah sebuah prestasi, tapi bisa dijadikan momentum untuk memastikan bahwa pemerintah daerah mampu menangani tantangan defisit, tanpa harus menggunakan skema pinjaman,” kata Bupati Kasihiw.
Bupati Kasihiw juga memaparkan sejumlah capaian pemerintah daerah pada kinerja mereka dalam mengembangkan Sumber Daya Manusia, pada indikator-indikator: Angka Melek Huruf yang meningkat sebesar 0,46%, Angka rata-rata lama sekolah yang mengalami peningkatan sebesar 0,18%, Angka Harapan Lama Sekolah sebesar 0,23%, Angka Usia Harapan Hidup sebesar 0,45 tahun, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Lihat Juga :