Sistem E-Vote ILUNI UI Disorot, Kandidat Minta Audit Digital
Senin, 25 Agustus 2025 - 13:53 WIB
“Kami menemukan adanya individu yang tidak berhak memilih bahkan masih berstatus mahasiswa namun tetap bisa memberikan suara. Selain itu, terjadi serangan terhadap server UI Connect yang mengganggu kelancaran dan keamanan proses pemungutan suara. Banyak alumni juga tidak bisa menggunakan hak pilih karena kendala teknis,” ujar Deny, Senin (25/8/2025).
Deny menegaskan temuan tersebut menimbulkan keraguan serius atas validitas hasil e-vote. Karena itu, pihaknya mendesak panitia untuk melakukan audit digital terbuka terhadap data pemilih, validitas pilihan, serta dampak serangan siber, sekaligus menunda pengumuman hasil pemilihan hingga audit selesai.
Baca juga: Dukungan Kesehatan Mental Mahasiswa, ILUNI UI Kenalkan Mental Health Champions
Sedangkan, Rapin Mudiardjo menilai sistem UI Connect belum sepenuhnya memenuhi prinsip keandalan, integritas data, keamanan, transparansi, serta akses setara bagi seluruh pemilih. “Kami tidak melihat adanya langkah nyata dari panitia untuk memastikan pemilihan berlangsung adil dan kredibel,” tegasnya.
Senada, Dewi Puspitorini melalui timnya melayangkan somasi resmi, menyoroti dugaan keterbatasan akses data real-time bagi saksi maupun kandidat, laporan serangan siber, serta kendala teknis yang dialami sejumlah alumni. Ia mendesak adanya akses dashboard real-time bagi semua kandidat dan keterlibatan auditor independen.
Deny menegaskan temuan tersebut menimbulkan keraguan serius atas validitas hasil e-vote. Karena itu, pihaknya mendesak panitia untuk melakukan audit digital terbuka terhadap data pemilih, validitas pilihan, serta dampak serangan siber, sekaligus menunda pengumuman hasil pemilihan hingga audit selesai.
Baca juga: Dukungan Kesehatan Mental Mahasiswa, ILUNI UI Kenalkan Mental Health Champions
Sedangkan, Rapin Mudiardjo menilai sistem UI Connect belum sepenuhnya memenuhi prinsip keandalan, integritas data, keamanan, transparansi, serta akses setara bagi seluruh pemilih. “Kami tidak melihat adanya langkah nyata dari panitia untuk memastikan pemilihan berlangsung adil dan kredibel,” tegasnya.
Senada, Dewi Puspitorini melalui timnya melayangkan somasi resmi, menyoroti dugaan keterbatasan akses data real-time bagi saksi maupun kandidat, laporan serangan siber, serta kendala teknis yang dialami sejumlah alumni. Ia mendesak adanya akses dashboard real-time bagi semua kandidat dan keterlibatan auditor independen.
Lihat Juga :