Bandung Barat Ekspor 16 Ribu Petak Keramba ke Maladewa

Jum'at, 11 September 2020 - 09:05 WIB
Dirinya menyebutkan, ekspor sarana prasarana kelautan perikanan tahun ini angkanya melonjak 25% jika dibandingkan tahun sebelumnya. Ini harus terus ditingkatkan, dengan tetap mengingatkan agar perusahaan menjalankan protokol kesehatan ketat, mengingat ini masih dalam kondisi pandemi. Apalagi ekspor keramba jaring apung ke Maldives ini diperoleh melalui tender internasional, sehingga mutu dan keamanan mesti terjaga.

"Pemerintah tentunya akan memberikan kemudahan prosedur kepada perusahaan untuk ekspor. Termasuk perluasan jaringan pasar ekspor, promosi, dan pencarian buyer dengan mengundang perwakilan dubes 191 negara secara virtual," tuturnya. (Baca juga: Selalu Berpihak pada Kaum Miskin, dr Lo Raih Penghargaan MURI )

Direktur PT Gani Arta Dwitunggal, Andi Jayaprawira Sunadim menerangkan, pengiriman ekspor keramba jaring apung ke negara Maldives (Maladewa) untuk delapan kali pengiriman dengan total nilai mencapai 3 juta USD. Ini bukanlah pertama kali perusahaannya ekspor, karena sebelumnya juga pernah ekspor ke China, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, dan Ghana. Namun yang istimewa karena ekspor ini untuk ke Kementerian Perikanan, Pemerintah Maladewa.

"Sekali kirim ke Maladewa kapasitasnya 200 petak jaring apung dan ada delapan kali pengiriman. Produk kami ini bisa bertahan hingga 25 tahun dan sudah terpasang 16.000 petak di seluruh Indonesia," terangnya. (Baca juga: Ketua DPD Partai Golkar Papua Barat Terancam Dipecat )
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!