Dokter Tifa: Laporan Jokowi Soal Ijazah Tak Layak Dilanjutkan
Kamis, 21 Agustus 2025 - 14:09 WIB
Lebih jauh, kata dia, dalam prosesnya justru menyasar pada orang-orang lainnya, mulai dari aktivis, akademisi, hingga jurnalis yang dipanggil polisi. Sejatinya, pemanggilan tersebut dianggap sebagai pemborosan APBN belaka karena dilakukan hanya untuk memenuhi syahwat satu pihak.
"Karena tidak cuma 12 aktivis, 12 tokoh, tapi juga tambah lagi, para aktivis, para jurnalis, media dan sebagainya, emak-emak juga. Ini menghabiskan dana APBN. Kepolisian ini jangan sampai, hanya demi memuaskan syahwat satu orang saja, APBN kita dirugikan," tuturnya.
"Sementara ada narapidana berkeliaran tidak diproses. Ada yang namanya Silfester Matutina itu. Sudah terpidana, sudah inkrah. Harusnya segera diproses. Malah dikasih jabatan komisaris. Bagaimana negara ini?" katanya.
"Karena tidak cuma 12 aktivis, 12 tokoh, tapi juga tambah lagi, para aktivis, para jurnalis, media dan sebagainya, emak-emak juga. Ini menghabiskan dana APBN. Kepolisian ini jangan sampai, hanya demi memuaskan syahwat satu orang saja, APBN kita dirugikan," tuturnya.
"Sementara ada narapidana berkeliaran tidak diproses. Ada yang namanya Silfester Matutina itu. Sudah terpidana, sudah inkrah. Harusnya segera diproses. Malah dikasih jabatan komisaris. Bagaimana negara ini?" katanya.
(cip)
Lihat Juga :