Belajar dari Demo Pati, LBH GP Ansor Ingatkan Kepala Daerah Jangan Arogan
Rabu, 13 Agustus 2025 - 21:32 WIB
Massa menuntut Bupati Pati Sudewo mundur dari jabatannya saat aksi demo besar-besaran di Kantor Pemkab Pati, Jawa Tengah, Rabu (13/8/2025). Foto: Sindonews TV
PATI - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) GP Ansor mengingatkan seluruh kepala daerah di Indonesia untuk mengedepankan sikap santun, terbuka, dan menghargai aspirasi warganya dalam setiap pengambilan kebijakan.
Peringatan ini disampaikan Sekretaris LBH GP Ansor Taufik Hidayat menyusul memanasnya aksi demonstrasi di Pati, Jawa Tengah, yang dipicu kebijakan Bupati Pati Sudewo menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2) hingga 250 persen.
Baca juga: Polisi Sebut Kelompok Lain Bikin Demo Bupati Pati Ricuh, Anarko?
Menurut Taufik, aksi warga kian panas akibat komunikasi bupati yang dinilai menantang masyarakat. “Mestinya bupati sadar dirinya adalah pelayan warga, bukan penguasa. Jabatan bupati adalah amanah yang harus dijalankan dengan kerendahan hati dan keterbukaan terhadap kritik,” ujarnya, Rabu (13/8/2025).
Peringatan ini disampaikan Sekretaris LBH GP Ansor Taufik Hidayat menyusul memanasnya aksi demonstrasi di Pati, Jawa Tengah, yang dipicu kebijakan Bupati Pati Sudewo menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2) hingga 250 persen.
Baca juga: Polisi Sebut Kelompok Lain Bikin Demo Bupati Pati Ricuh, Anarko?
Menurut Taufik, aksi warga kian panas akibat komunikasi bupati yang dinilai menantang masyarakat. “Mestinya bupati sadar dirinya adalah pelayan warga, bukan penguasa. Jabatan bupati adalah amanah yang harus dijalankan dengan kerendahan hati dan keterbukaan terhadap kritik,” ujarnya, Rabu (13/8/2025).
Lihat Juga :