Kejati Lampung Luncurkan Petani Mitra Adhyaksa, Target Panen 28.000 Ton Gabah
Kamis, 07 Agustus 2025 - 17:41 WIB
Terkait kelangkaan pupuk yang kerap terjadi jelang musim tanam, Danang menambahkan hal itu akan teratasi dengan baik. Sebab, lanjut dia, proses pengadaan pupuk memiliki SOP dan business process yang berlaku. Ketersediaan pupuk harus dipastikan dari hulunya, dalam hal ini PT Pupuk Indonesia selaku produsen. Baca juga: Kejati Lampung Tetapkan 2 Tersangka Korupsi Pembangunan Jalan Tol, Kerugian Negara Rp2 Miliar
"Untuk itu kita harus memastikan bahwa semua rangkaian-rangkaian itu sudah berjalan sesuai dengan ketentuannya, jumlahnya, waktunya dan lainnya. Kalau ada hambatan, di mana hambatannya? Kita terjun langsung. Adakah penyelewengan, ada rekayasa dan lain sebagainya," tukasnya.
Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah yakin peran Kejati Lampung dan para jaksa jajarannya dapat menjadikan Lampung Timur sebagai garda terdepan mendukung ketahanan pangan indonesia. "Atas nama pemerintah daerah, kami ikut senang dan bangga karena pemda tak bisa menyelesaikan sendirian (ketahanan pangan). Perlu kolaborasi," katanya.
"Untuk itu kita harus memastikan bahwa semua rangkaian-rangkaian itu sudah berjalan sesuai dengan ketentuannya, jumlahnya, waktunya dan lainnya. Kalau ada hambatan, di mana hambatannya? Kita terjun langsung. Adakah penyelewengan, ada rekayasa dan lain sebagainya," tukasnya.
Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah yakin peran Kejati Lampung dan para jaksa jajarannya dapat menjadikan Lampung Timur sebagai garda terdepan mendukung ketahanan pangan indonesia. "Atas nama pemerintah daerah, kami ikut senang dan bangga karena pemda tak bisa menyelesaikan sendirian (ketahanan pangan). Perlu kolaborasi," katanya.
(poe)
Lihat Juga :