Kejati Lampung Luncurkan Petani Mitra Adhyaksa, Target Panen 28.000 Ton Gabah

Kamis, 07 Agustus 2025 - 17:41 WIB
loading...
Kejati Lampung Luncurkan...
Kajati Lampung Danang Suryo Wibowo (kedua dari kiri) menghadiri panen raya di Desa Telogorejo, Lampung Timur, Kamis (7/8/2025). Foto/Dok. SindoNews
A A A
LAMPUNG TIMUR - Kejati Lampung melakukan pendampingan terhadap 7.563 petani padi Desa Telogotejo, Lampung Timur. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan ketahanan pangan sesuai Asta Cita Presiden Prabowo. Ditargetkan, hasil panen raya menembus angka 28.000 ton gabah.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung Danang Suryo Wibowo menjelaskan pendampingan untuk memastikan proses bisnis petani sejak penyiapan lahan hingga penyerapan gabah berjalan baik sesuai prosedur. Pendampingan tersebut dilakukan Kajati melalui program Mitra Petani Adhyaksa di Desa Telogorejo, Lampung Timur, Kamis (7/8/2025). Baca juga: Sentil Pengusaha Pengoplos Beras, Prabowo: Ini Termasuk Subversi Ekonomi, Menikam Rakyat!

Dengan pendampingan tersebut, ribuan petani yang terbagi menjadi 15 gabungan kelompok tani mampu mengolah 4.100 Ha sawah dengan perkiraan hasil mencapai 28.000 ton gabah. "Program Petani Mitra Adhyaksa adalah kejaksaan memberikan pendampingan-pendampingan, baik pendampingan hukum, permodalan, mendapatkan pupuk, alat tani, sampai pencegahan gagal panen dan berbagai hal lainnya," katanya saat menghadiri langsung panen raya di Desa Telogorejo, Batanghari, Lampung Timur.

Kejati Lampung dan Kejari Lampung Timur siap bersinergi sepenuhnya dengan Forkompinda dan stakeholder lainnya mendukung ketahanan pangan terwujud sesuai Asta Cita Presiden Prabowo dan arahan Jaksa Agung ST Burhanuddin. Apalagi Lampung salah satu unggulannya di sektor pertanian dan merupakan salah satu lumbung padi di Indonesia.

”Untuk itu kejaksaan turut hadir, tidak hanya menyaksikan tapi turun langsung untuk memastikan semua proses bisnis, dari mulai sampai hilir, dari penyiapan lahan sampai nanti penyerapan gabahnya tetap berjalan dengan baik sesuai ketentuan berlaku," ujar Danang didampingi Kajari Lampung Timur, Yovrizal.

Danang yakin, melalui program ini, petani tidak akan terkena rentenir, tengkulak, dan tidak mengalami permainan harga. "Kita akan ikuti satu demi satu proses tersebut. Distribusi pupuk kita juga cermati jangan sampai ada penyelewengan, benih, alat mesin tadi dan lain sebagainya. Kita akan ikut terus mengawasi bersama-sama dengan pemerintah daerah," sambungnya.

Lebih jauh, Danang membeberkan Asta Karya 8 Program Kerja Petani Mitra Adhyaksa. Pertama, pendampingan dan edukasi hukum, perolehan dan sertifikasi lahan sawah, serta perlindungan petani dari jerat rentenir. Kedua, pendampingan akses permodalan melalui KUR bank pemerintah atau pinjaman pada koperasi merah putih.

Ketiga, Kejati Lampung dan Kejari Lampung Timur melakukan pendampingan pencegahan pungli. Keempat, pengaturan proyek swakelola ataupun pemerintah terkait infrastruktur pertanian termasuk optimalisasi pengairan/irigasi.

Kelima, pendampingan ketersediaan dan bantuan alat mesin pertanian. Keenam, pendampingan ketesediaan pupuk subsidi bagi para petani. Ketujuh, pendampingan pencegahan gagal panen, ketersediaan pestisida dan penbasmi hama. Terakhir, pendampingan penyerapan gabah.

Terkait kelangkaan pupuk yang kerap terjadi jelang musim tanam, Danang menambahkan hal itu akan teratasi dengan baik. Sebab, lanjut dia, proses pengadaan pupuk memiliki SOP dan business process yang berlaku. Ketersediaan pupuk harus dipastikan dari hulunya, dalam hal ini PT Pupuk Indonesia selaku produsen. Baca juga: Kejati Lampung Tetapkan 2 Tersangka Korupsi Pembangunan Jalan Tol, Kerugian Negara Rp2 Miliar

"Untuk itu kita harus memastikan bahwa semua rangkaian-rangkaian itu sudah berjalan sesuai dengan ketentuannya, jumlahnya, waktunya dan lainnya. Kalau ada hambatan, di mana hambatannya? Kita terjun langsung. Adakah penyelewengan, ada rekayasa dan lain sebagainya," tukasnya.

Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah yakin peran Kejati Lampung dan para jaksa jajarannya dapat menjadikan Lampung Timur sebagai garda terdepan mendukung ketahanan pangan indonesia. "Atas nama pemerintah daerah, kami ikut senang dan bangga karena pemda tak bisa menyelesaikan sendirian (ketahanan pangan). Perlu kolaborasi," katanya.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
GKSI Berdayakan Peternak...
GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
Peneliti MPSI: PSN Wanam...
Peneliti MPSI: PSN Wanam Jadi Penggerak Kemajuan Papua Selatan dan Ketahanan Pangan
Gelar Rakernas di Yogyakarta,...
Gelar Rakernas di Yogyakarta, APJI Perkuat Kolaborasi dan Profesionalisme
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
DPR: Swasembada Migas...
DPR: Swasembada Migas Sama Pentingnya dengan Swasembada Pangan
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Rekomendasi
MNC Sekuritas dan BRI...
MNC Sekuritas dan BRI Manajemen Investasi Ajak Investor Raih Reward Reksa Dana Total Rp2,5 Juta
Purbaya Pede Harga BBM...
Purbaya Pede Harga BBM Pertamax Bakal Turun Efek Damai AS-Iran
BAZNAS DKI Jakarta Buka...
BAZNAS DKI Jakarta Buka Lowongan Kerja, Ini Syarat dan Posisi yang Dibuka
Berita Terkini
Sahroni Desak Polisi...
Sahroni Desak Polisi Tangkap Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Wanita di Bandung: Hukum Berat!
Wisata Berbasis Budaya,...
Wisata Berbasis Budaya, Tabanan Gelar Parade Gebogan dan Baleganjur
BTS Pilih Konser di...
BTS Pilih Konser di GBK Ketimbang JIS, Pramono: Yang Penting Pajaknya Masuk Jakarta
Dari Barak Militer ke...
Dari Barak Militer ke Panggung Politik, Perjalanan Ferry Irawan Panglima Baru Perindo Sultra
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo Setinggi 1 Meter, Kuasa Hukum: Ijazah Jokowi Kembali Menelan Korban
Tegas! Roy Suryo dan...
Tegas! Roy Suryo dan Dokter Tifa Menolak Restorative Justice dalam Kasus Ijazah Jokowi
Infografis
Pakistan Balas Serangan...
Pakistan Balas Serangan India, Luncurkan Operasi Bunyan Marsoos
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved