Ada Pesawat Alami Kendala di Manado, Begini Penanganannya
Kamis, 10 September 2020 - 08:44 WIB
Meski permasalahan sistem hidrolik akhirnya berhasil diperbaiki, namun terdapat dua orang penumpang yang pingsan karena suhu tubuh tinggi dengan temperature 38 dan 39 derajat. Menindaklanjuti laporan cabin crew, pilot pun memutuskan untuk segera mendarat. Pesawat pun berhasil mendarat dengan normal dan kedua penumpang langung dirujuk ke rumah sakit rujukan.
(Baca juga: Sempat Drop, Sekertaris Satgas COVID-19 Babel Kembali ke RS )
Peristiwa tersebut merupakan simulasi table top exercise yang digelar Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado secara virtual dengan melibatkan lebih dari 50 personel lintas instansi yang masuk dalam komite bandara, di antaranya Kantor Otoritas Bandara Wilayah VIII, Airnav, Basarnas, Bea Cukai, Imigrasi, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Dinas Kebakaran Kota Manado , dan unit internal terkait lainnya.
General Manager Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado Minggus ET Gandeguai mengatakan kegiatan tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan dan menguji kesigapan personel dalam mengantisipasi keadaan darurat dan dilaksanakan untuk menguji alur koordinasi, komunikasi, dan komando antar anggota komite dalam penangann keadaan darurat.
"Meskipun dalam kondisi saat ini kita harus melaksanakan table top exercise secara virtual, latihan ini merupakan bagian dari uji coba dokumen rencana penanggulangan keadaan darurat yang kami lakukan secara periodik dan melibatkan anggota komite bandara," ujar Minggus, Rabu (9/9/2020).
Oleh karenanya Minggus berharap seluruh pihak yang terlibat dapat berlatih secara serius agar jika terjadi suatu keadaan darurat di Bandara, semua pihak dapat memahami fungsi dan bagaimana alur komunikasinya. (Baca juga: Tim SAR Perluas Pencarian ABK Teggelam di Jatikontal Purworejo )
(Baca juga: Sempat Drop, Sekertaris Satgas COVID-19 Babel Kembali ke RS )
Peristiwa tersebut merupakan simulasi table top exercise yang digelar Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado secara virtual dengan melibatkan lebih dari 50 personel lintas instansi yang masuk dalam komite bandara, di antaranya Kantor Otoritas Bandara Wilayah VIII, Airnav, Basarnas, Bea Cukai, Imigrasi, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Dinas Kebakaran Kota Manado , dan unit internal terkait lainnya.
General Manager Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado Minggus ET Gandeguai mengatakan kegiatan tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan dan menguji kesigapan personel dalam mengantisipasi keadaan darurat dan dilaksanakan untuk menguji alur koordinasi, komunikasi, dan komando antar anggota komite dalam penangann keadaan darurat.
"Meskipun dalam kondisi saat ini kita harus melaksanakan table top exercise secara virtual, latihan ini merupakan bagian dari uji coba dokumen rencana penanggulangan keadaan darurat yang kami lakukan secara periodik dan melibatkan anggota komite bandara," ujar Minggus, Rabu (9/9/2020).
Oleh karenanya Minggus berharap seluruh pihak yang terlibat dapat berlatih secara serius agar jika terjadi suatu keadaan darurat di Bandara, semua pihak dapat memahami fungsi dan bagaimana alur komunikasinya. (Baca juga: Tim SAR Perluas Pencarian ABK Teggelam di Jatikontal Purworejo )
Lihat Juga :