Siswa SMP di Blitar Jadi Korban Bullying Massal, Sahroni Minta Polisi Putus Mata Rantai Kekerasan Anak

Kamis, 24 Juli 2025 - 20:08 WIB
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni. Foto/Dok SindoNews
BLITAR - Video seorang siswa baru SMP Negeri 3 Doko di Desa Sumberurip, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar, Jawa Timur berinisial WV (12) menjadi korban kekerasan fisik dan perundungan oleh puluhan siswa lain viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi saat mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Menanggapi peristiwa tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta agar para pelaku mendapat pembinaan serius. Meski masih anak-anak, namun aksi para pelaku telah menimbulkan luka fisik dan trauma bagi korban.

“Saya minta para pelaku utama bullying dan provokator, diberi sanksi dan pembinaan serius. Meski pelaku masih anak-anak, mereka tetap bisa diproses hukum melalui sistem peradilan pidana anak,” kata Sahroni dalam keterangannya, Kamis (24/7/2025).

Baca juga: Memilukan! Siswa SMP di Blitar Jadi Korban Bullying Massal

“Selain itu, saya minta polisi harus betul-betul bisa memutus mata rantai kekerasan pada anak dan remaja, karena saya lihat kasusnya sudah terlalu banyak belakangan ini. Mulai dari bullying-lah, pengeroyokan lah, tawuranlah, ini PR (pekerjaan rumah, red) besar yang menuntut respons proaktif dan tegas dari kepolisian,” sambungnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!