Rayuan Ken Arok ke Pemuka Agama Kediri saat Berkonflik dengan Raja Kertajaya
Rabu, 16 Juli 2025 - 06:53 WIB
Saudara dan keluarga besar kaum brahmana Kediri yang pernah berjasa ke Ken Arok diminta pindah ke Tumapel. Berdasarkan buku "Hitam Putih Ken Arok : Dari Kejayaan Hingga Keruntuhan" mereka diberikan jabatan juga fasilitas oleh Ken Arok.
Ketika para brahmana Kediri bersama saudara-saudaranya sudah menetap di Tumapel dan bersekutu dengan Ken Arok, maka pembangkangan Tumapel yang menjadi cikal bakal Kerajaan Singasari dan Malang kian kuat.
Menariknya, pada masa-masa ini oleh para pengikut dan pendukungnya, Ken Arok justru dikukuhkan sebagai Raja Tumapel dengan gelar abhiseka Rajasa Sang Amurwabhumi. Pengukuhan Ken Arok sangat dimungkinkan terjadi pada 1222 karena dalam beberapa sumber dikisahkan bahwa Ken Arok statusnya sebagai Raja Tumapel, bukan akuwu atau kabupaten dari wilayah Kerajaan Kediri mulai 1222 hingga 1227 atau 1247.
Jadi, pada tahun 1222 status dan posisi Ken Arok di Tumapel bukan lagi sebagai akuwu melainkan raja. Ketika Ken Arok telah menjadi raja, maka Tumapel bukan lagi sebagai daerah pakuwuan di bawah Kerajaan Kediri melainkan telah berubah menjadi kerajaan yang berdiri sendiri dan terpisah dengan Kediri.
Di sinilah wilayah Tumapel telah melakukan gerakan separatisme terhadap Kediri. Penobatan Ken Arok sebagai Raja Tumapel juga membuatnya tidak pernah menghadap Kediri. Bahkan, kiriman upeti ke Kediri pun dihentikan.
Ketika para brahmana Kediri bersama saudara-saudaranya sudah menetap di Tumapel dan bersekutu dengan Ken Arok, maka pembangkangan Tumapel yang menjadi cikal bakal Kerajaan Singasari dan Malang kian kuat.
Menariknya, pada masa-masa ini oleh para pengikut dan pendukungnya, Ken Arok justru dikukuhkan sebagai Raja Tumapel dengan gelar abhiseka Rajasa Sang Amurwabhumi. Pengukuhan Ken Arok sangat dimungkinkan terjadi pada 1222 karena dalam beberapa sumber dikisahkan bahwa Ken Arok statusnya sebagai Raja Tumapel, bukan akuwu atau kabupaten dari wilayah Kerajaan Kediri mulai 1222 hingga 1227 atau 1247.
Jadi, pada tahun 1222 status dan posisi Ken Arok di Tumapel bukan lagi sebagai akuwu melainkan raja. Ketika Ken Arok telah menjadi raja, maka Tumapel bukan lagi sebagai daerah pakuwuan di bawah Kerajaan Kediri melainkan telah berubah menjadi kerajaan yang berdiri sendiri dan terpisah dengan Kediri.
Di sinilah wilayah Tumapel telah melakukan gerakan separatisme terhadap Kediri. Penobatan Ken Arok sebagai Raja Tumapel juga membuatnya tidak pernah menghadap Kediri. Bahkan, kiriman upeti ke Kediri pun dihentikan.
(jon)
Lihat Juga :