Dihantam COVID-19, Kucuran Kredit di Jawa Timur Minus 1,81%

Rabu, 09 September 2020 - 18:07 WIB
"Penurunan penyaluran kredit tersebut akibat pandemi COVID-19 yang menimbulkan disrupsi supply dan demand terhadap seluruh sektor strategis Jawa Timur," kata Kepala Kantor Perwakilan BI Jatim, Difi Ahmad Johansyah dalam rilisnya, Rabu (9/9/2020).

Meski kredit mengalami penurunan, DPK masih tumbuh. Kondisi ini didorong peningkatan komponen tabungan dan deposito. Peningkatan tabungan terjadi pada seluruh kelompok bank. Sedangkan peningkatan deposito hanya terjadi pada kelompok bank persero dan bank asing serta campuran. DPK korporasi masih didominasi giro sebesar 55,3%. Disusul deposito 37,9% dan tabungan sebesar 6,78%.

(Baca juga: Gara-gara Baut Motor Hilang, Pria di Pontianak Bunuh Jukir )

Secara spasial, sebesar 62,96% kucuran kredit perbankan di Jatim terdistribusi ke Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Kota Malang, dan Kabupaten Malang. Kelima pusat penyaluran kredit tersebut mayoritas merupakan sentra industri dan perdagangan. Kelima daerah tersebut juga memiliki aktivitas ekonomi yang tinggi. "Hal ini mengindikasikan permintaan kredit lebih didominasi oleh daerah yang menjadi pusat-pusat ekonomi di Jawa Timur," imbuh Difi.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!