Rumah Zakat Targetkan Bantu 50.000 UMKM, Bantu Hadapi Dampak Pandemi

Rabu, 09 September 2020 - 13:02 WIB
"Berdasarkan hasil penelitian Purwanti (2020) setiap Rp1 miliar zakat yang berhasil dihimpun akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,12%. Namun dari potensi zakat nasional sebesar Rp233,8 triliun, baru 4,3% yang terhimpun pada 2019 atau sekitar Rp10 triliun. Adanya Sahabat Kebaikan diharapkan mampu mengoptimalkan penghimpunan dana Ziswaf sehingga kita dapat turut menggerakkan ekonomi Indonesia," tutur Efendi.

Selain itu, kata dia, Rumah Zakat pun berkolaborasi dengan mitra perbankan yakni Bank Mega Syariah dan Bank Jatim Syariah untuk meluncurkan program Tabungan Qurban (Taqur). Sejak tahun 2000, Rumah Zakat melakukan optimalisasi daging qurban dengan melakukan pengemasan menjadi kornet dan rendang agar tahan lebih lama dan mudah didistribusikan.

Di masa pandemi Covid-19, Superqurban terbukti dapat menjadi program ketahanan pangan karena dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan gizi masyarakat yang membutuhkan di 1.683 kota/kabupaten di 33 provinsi. (Baca: Rumah Zakat Terus Dorong Gerakan Gelombang Wakaf )

Begitu pun dengan program Desaku Berqurban yang turut menggerakan ekonomi masyarakat lewat pemberdayaan peternak lokal terdampak Covid-19 di desa. Hadirnya Tabungan Qurban dapat menjadi solusi dalam menghadapi resesi sehingga memudahkan masyarakat dalam melaksanakan ibadah qurban serta bermanfaat bagi ketahanan pangan negara Indonesia.

"Kita menyadari bahwa kondisi saat ini masih kurang baik. Pandemi Covid-19 yang masih belum terkendali berdampak pada ekonomi kita sehingga terancam masuk ke dalam jurang resesi. Maka penting untuk kita saling gotong royong, berkolaborasi untuk bersama atasi krisis ini," imbuh dia.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!