ITB Ajak Pengelola Homestay Raja Ampat Tingkatkan Layanan
Rabu, 25 Juni 2025 - 21:39 WIB
Program ini juga mengedepankan penguatan kapasitas bisnis dan literasi keuangan masyarakat sebagai elemen kunci pengembangan usaha. Sonny Rustiadi, Ph.D pakar bisnis dari ITB menyatakan bahwa literasi keuangan adalah prasyarat agar usaha masyarakat tidak hanya bertahan, tetapi juga layak untuk mendapatkan pendanaan dari investor. Dengan pendekatan ini, pelaku usaha dapat menyusun rencana bisnis yang sehat dan visioner.
Baca juga: Jangan Lupa, Kunjungi 5 Spot Ini Jika ke Raja Ampat
Dari sisi desain, Dr. Yuni Maharani, pakar desain interior dari ITB menekankan pentingnya identitas yang kuat untuk membedakan homestay lokal di pasar wisata yang kompetitif.
“Homestay bukan sekadar tempat menginap. Ia membawa cerita, identitas, dan karakter lokal. Ketika elemen-elemen ini disusun dengan baik melalui desain, maka daya tarik homestay akan meningkat drastis di mata wisatawan,” jelasnya.
Zartikazahra Nurulfiqri, anggota Tim Pengabdian Masyarakat ITB menjelaskan bahwa konten pelatihan disusun berdasarkan kurikulum yang dirancang oleh Dr. Yuni Maharani dengan metode partisipatif melalui media flash card dan canvas. Metode ini terbukti mampu membangun antusiasme serta keterlibatan masyarakat secara aktif.
“Kami berharap program ini bisa menjadi inisiatif berkelanjutan bagi masyarakat Desa Friwen, dimulai dari sektor pariwisata, dan nantinya metode serupa bisa diterapkan di sektor-sektor pendukung lainnya dalam ekosistem ekonomi desa,” ujar Zulfikar Rifan, anggota tim lainnya.
Baca juga: Jangan Lupa, Kunjungi 5 Spot Ini Jika ke Raja Ampat
Dari sisi desain, Dr. Yuni Maharani, pakar desain interior dari ITB menekankan pentingnya identitas yang kuat untuk membedakan homestay lokal di pasar wisata yang kompetitif.
“Homestay bukan sekadar tempat menginap. Ia membawa cerita, identitas, dan karakter lokal. Ketika elemen-elemen ini disusun dengan baik melalui desain, maka daya tarik homestay akan meningkat drastis di mata wisatawan,” jelasnya.
Zartikazahra Nurulfiqri, anggota Tim Pengabdian Masyarakat ITB menjelaskan bahwa konten pelatihan disusun berdasarkan kurikulum yang dirancang oleh Dr. Yuni Maharani dengan metode partisipatif melalui media flash card dan canvas. Metode ini terbukti mampu membangun antusiasme serta keterlibatan masyarakat secara aktif.
“Kami berharap program ini bisa menjadi inisiatif berkelanjutan bagi masyarakat Desa Friwen, dimulai dari sektor pariwisata, dan nantinya metode serupa bisa diterapkan di sektor-sektor pendukung lainnya dalam ekosistem ekonomi desa,” ujar Zulfikar Rifan, anggota tim lainnya.
Lihat Juga :