Jaga Lingkungan, Puluhan Siswa SMP 53 Kalibaru Dibekali Peduli Limbah Laut
Sabtu, 21 Juni 2025 - 20:03 WIB
“Siswa diperkenalkan berbagai isu terkait pencemaran laut oleh Ghost Net atau jaring ikan bekas pakai yang dibuang ke laut. Jaring ini sering mengganggu ekosistem laut karena sulit terurai dan dapat menjebak biota laut selama bertahun-tahun,” ujar Department Head Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelindo Febrianto Zenny di Jakarta, Jumat (20/6/2025).
Selain menyampaikan dampaknya, Febrianto menjelaskan jika para fasilitator juga memperlihatkan bagaimana limbah tersebut dapat diolah menjadi barang bernilai ekonomi, seperti meja, kursi, atau bahan dasar pondasi bangunan.
Menurut dia, limbah jaring nelayan selama ini kurang mendapat perhatian dan relatif susah didaur ulang. Melalui kegiatan ini, para siswa ditunjukkan bahwa pengelolaan limbah bukan hanya soal menjaga lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang bisa dirasakan masyarakat pesisir.
Planning & Managing Manager CSR Program Pelindo Bayu Widyafrasta menjelaskan hingga pertengahan Juni 2025, proyek pengumpulan Ghost Net di Kalibaru telah berhasil menghimpun sekitar 900 kg limbah jaring.
“Limbah ini kemudian diolah oleh Parongpong RAW Lab menggunakan teknologi Prototiles dan hasilnya dimanfaatkan sebagai alat bantu pembelajaran di sekolah-sekolah, termasuk SMPN 53 Kalibaru,” kata Bayu.
Selain menyampaikan dampaknya, Febrianto menjelaskan jika para fasilitator juga memperlihatkan bagaimana limbah tersebut dapat diolah menjadi barang bernilai ekonomi, seperti meja, kursi, atau bahan dasar pondasi bangunan.
Menurut dia, limbah jaring nelayan selama ini kurang mendapat perhatian dan relatif susah didaur ulang. Melalui kegiatan ini, para siswa ditunjukkan bahwa pengelolaan limbah bukan hanya soal menjaga lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang bisa dirasakan masyarakat pesisir.
Planning & Managing Manager CSR Program Pelindo Bayu Widyafrasta menjelaskan hingga pertengahan Juni 2025, proyek pengumpulan Ghost Net di Kalibaru telah berhasil menghimpun sekitar 900 kg limbah jaring.
“Limbah ini kemudian diolah oleh Parongpong RAW Lab menggunakan teknologi Prototiles dan hasilnya dimanfaatkan sebagai alat bantu pembelajaran di sekolah-sekolah, termasuk SMPN 53 Kalibaru,” kata Bayu.
Lihat Juga :