Banjir Rob di Sayung, Paguyuban Demak Bintoro Nusantara Desak Perhatian Pemerintah
Senin, 16 Juni 2025 - 13:16 WIB
Ketua Dewan Pembina Paguyuban Demak Bintoro Nusantara Mayjen TNI (Purn) Hartomo mengungkapkan banjir rob dikarenakan naiknya air laut ke daerah daratan. Hal ini terjadi karena wilayah daratan di kawasan pantai yang lebih rendah.
"Ada beberapa cara menyelesaikan banjir rob di antaranya dengan mengosongkan daerah itu dan memindahkan penduduknya ke daerah yang dataran lebih tinggi a membuat bendungan laut (seperti negara Belanda), hanya dengan cara itu yang bisa dilakukan," ujarnya.
Menurut Hartomo, perlu diperhatikan juga kualitas daerah yang kena rob. Apakah memang lokasinya merupakan daerah yang sangat vital. Misalnya daerah itu merupakan pusat pemerintahan atau pusat industri strategis yaitu merupakan suatu daerah yang harus kita pertahankan.
"Solusi terbaik dibangun bendungan laut, tetapi kalau itu merupakan daerah permukiman biasa, maka yang paling rendah kan costnya adalah pindahkan secara massal penghuninya," kata mantan Kabais TNI ini.
Hal senada diungkapkan tokoh masyarakat Demak di Jakarta Prof Dr Hanif Nurcholis. Rob memang merupakan fenomena alam yang terjadi akibat pengaruh gaya gravitasi bumi dan bulan terhadap permukaan laut.
Namun, ketika fenomena ini berdampak pada hilangnya sejumlah desa, terendamnya ribuan hektare tambak dan sawah, rusaknya fasilitas sosial dan fasilitas umum, tenggelamnya ribuan rumah setiap hari, serta lumpuhnya akses jalan nasional Semarang-Demak secara rutin, maka ini bukan lagi sekadar gejala alam biasa.
"Ada beberapa cara menyelesaikan banjir rob di antaranya dengan mengosongkan daerah itu dan memindahkan penduduknya ke daerah yang dataran lebih tinggi a membuat bendungan laut (seperti negara Belanda), hanya dengan cara itu yang bisa dilakukan," ujarnya.
Menurut Hartomo, perlu diperhatikan juga kualitas daerah yang kena rob. Apakah memang lokasinya merupakan daerah yang sangat vital. Misalnya daerah itu merupakan pusat pemerintahan atau pusat industri strategis yaitu merupakan suatu daerah yang harus kita pertahankan.
"Solusi terbaik dibangun bendungan laut, tetapi kalau itu merupakan daerah permukiman biasa, maka yang paling rendah kan costnya adalah pindahkan secara massal penghuninya," kata mantan Kabais TNI ini.
Hal senada diungkapkan tokoh masyarakat Demak di Jakarta Prof Dr Hanif Nurcholis. Rob memang merupakan fenomena alam yang terjadi akibat pengaruh gaya gravitasi bumi dan bulan terhadap permukaan laut.
Namun, ketika fenomena ini berdampak pada hilangnya sejumlah desa, terendamnya ribuan hektare tambak dan sawah, rusaknya fasilitas sosial dan fasilitas umum, tenggelamnya ribuan rumah setiap hari, serta lumpuhnya akses jalan nasional Semarang-Demak secara rutin, maka ini bukan lagi sekadar gejala alam biasa.
Lihat Juga :