Bantuan Pompanisasi, WPI Dorong Produktivitas Petani Muara Telang

Selasa, 20 Mei 2025 - 18:48 WIB
Mustakim mengatakan, akibat lahan di desanya marginal, petani sering kehilangan hasil panen akibat fenomena yang mereka sebut sebagai padi senggol. Ini adalah istilah lokal untuk menyebut bulir padi yang mudah rontok saat tertiup angin atau tersenggol. Padi senggol telah menyebabkan kehilangan panen (loss).

Dampaknya, dari potensi 80 karung gabah kering panen (GKP) per hektare (ha), petani seringkali hanya menerima 50 bahkan hanya 30 karung per ha. “Dengan pendampingan dan pengairan yang lebih baik, kami berharap dapat membantu meningkatkan produktivitas,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Anggota DPRD Sumatera Selatan Imam Mustakim mengapresiasi langkah WPI dalam membangun kemitraan dengan petani. Dia berharap upaya tersebut dapat menginspirasi pihak-pihak lain untuk melakukan hal serupa. Strategi kemitraan itu juga dinilai cukup tepat dengan menurunkan agronomis untuk mendampingi petani. “Dengan bantuan agronomis, petani dapat mengetahui mengenai praktik pertanian yang baik,” ujarnya. Baca juga: Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan, Kemenekraf Berkolaborasi dengan Pemuda Tani

Business Unit Head Wilmar Sumatera Bagian Selatan Rachmadsyah menambahkan, FEP merupakan salah satu wujud semangat bisnis perusahaan yang berlandaskan tanggung jawab sosial. Program ini juga diharapkan dapat berkontribusi mendukung upaya pemerintah mewujudkan swasembada pangan nasional.

“Kami ingin memastikan bahwa bisnis kami tidak hanya bermanfaat bagi perusahaan, tetapi juga masyarakat. Khususnya petani yang terlibat langsung dalam ratai pasok perusahan,” ujarnya.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!