Kisah Karamah Sunan Gunung Jati Sembuhkan Penyakit Putri Raja China
Jum'at, 11 April 2025 - 08:04 WIB
Setelah perahu itu siap, sang raja membawa putrinya ke atas perahu dengan membawakan 8 pengawal beserta perbekalan dan pakaian. Kedelapan pengawal tadi adalah paman dan saudara-saudara sang putri. Setelah cukup perbekalan, maka kapal segera berlayar ke tengah lautan.
Kapal berlayar tanpa tujuan yang pasti, hanyalah mengikuti ke mana dibawa angin. Semuanya sudah bertekad bulat untuk mengikuti pelayaran ke mana pun kapal itu membawa.
Suatu ketika tibalah rombongan Raja China di suatu wilayah yang dihuni Sunan Gunung Jati bernama Muara Jati. Saat rombongan Raja China tiba, Sunan Gunung Jati tengah membangun kolam di Gunung Semar.
Rombongan memperoleh kabar bahwa Sunan Gunung Jati berada di daratan itu. Rombongan lantas menghadap ke Syekh Maulana Jati atau Sunan Gunung Jati.
Di hadapan Sunan Gunung Jati, putri Raja China melihat perlahan kepada Syekh Maulana. Sang putri tidak melupakannya dan segera memberikan hormat kepadanya.
Ajaibnya berkat karamah Sunan Gunung Jati perut Anyon Tin menjadi pulih kembali seperti sediakala. Busungnya kembali menjadi kain lebar yang segera dilepaskan dan Syekh Maulana menerima sang putri yang bermaksud akan berbakti kepadanya.
Kapal berlayar tanpa tujuan yang pasti, hanyalah mengikuti ke mana dibawa angin. Semuanya sudah bertekad bulat untuk mengikuti pelayaran ke mana pun kapal itu membawa.
Suatu ketika tibalah rombongan Raja China di suatu wilayah yang dihuni Sunan Gunung Jati bernama Muara Jati. Saat rombongan Raja China tiba, Sunan Gunung Jati tengah membangun kolam di Gunung Semar.
Rombongan memperoleh kabar bahwa Sunan Gunung Jati berada di daratan itu. Rombongan lantas menghadap ke Syekh Maulana Jati atau Sunan Gunung Jati.
Di hadapan Sunan Gunung Jati, putri Raja China melihat perlahan kepada Syekh Maulana. Sang putri tidak melupakannya dan segera memberikan hormat kepadanya.
Ajaibnya berkat karamah Sunan Gunung Jati perut Anyon Tin menjadi pulih kembali seperti sediakala. Busungnya kembali menjadi kain lebar yang segera dilepaskan dan Syekh Maulana menerima sang putri yang bermaksud akan berbakti kepadanya.
Lihat Juga :