Menteri Siti Nurbaya Ingatkan Pentingnya Kebijakan Water Balance

Jum'at, 04 September 2020 - 19:05 WIB
Dalam tata kelola bentang alam hal itu penting dilakukan, karena konfigurasinya mengekspresikan rajutan-rajutan berbagai atribut yang ada. Muaranya adalah “value” yang dipahami manusia untuk bertindak dan berperilaku sebagai sebuah cultural landscape dan memiliki posisi sebagai subyek tata kelola.

“Saat ini kita sering melihat adanya fragmentasi program penanganan bencana kekeringan yang dilakukan multisektor, padahal vektornya sama, yaitu ketahanan air dan pangan. Tata kelola bentang alam adalah pendekatan yang paling memadai untuk merajut berbagai strategi yang diinisiasi. Pemanfaatan instrumen Geographical Information System (GIS) menjadi kebutuhan agar sinergi program terformulasikan secara accountable, sehingga strategi yang dihasilkan memiliki tingkat akseptabilitas tinggi,“ kata Siti Nurbaya saat memberikan sambutannya dalam pembukaan e-learning, dikutip dari siaran pers yang diterima SINDOnews, Jumat (4/9/2020).

Untuk itu, kata Menteri Siti Nurbaya, melalui sosialisasi dan pelatihan e-learning diharapkan dapat memberi pemahaman dalam menemu kenali kondisi bentang alam dan potensi yang terjadi, serta proses analisis berbasis spasial dilakukan. Harapannya, diperoleh referensi yang handal (reliable) untuk bertindak dan menentukan strategi penanganan.

“Penyelenggaraan e-learning ini juga menggambarkan metode adaptif dalam diseminasi kebijakan environmental governance menghadapi situasi COVID-19 yang saat ini melanda berbagai wilayah negara kita," ucap Menteri Siti.

Sementara itu, dalam laporannya Kepala BP2SDM Helmi Basalamah menjelaskan, kegiatan sosialisasi diikuti oleh para pemangku kebijakan baik di pusat maupun daerah. Dari kegiatan ini diharapkan mereka dapat memahami kebijakan terkait dengan mitigasi bencana terutama bencana kekeringan dan kelangkaan air, yang dapat diinternalisasi dan diimplementasikan dalam perencanaan pembangunan di daerah.

Helmi mengatakan, kegiatan e-learning ini semakin massif penggunaannya baik untuk peningkatan kapasitas SDM aparatur dan non aparatur/masyarakat. Seluruh aktifitas pembelajaran dilakukan pada LMS (Learning Management System) KLHK. Pada akhir pelatihan peserta dapat mengunduh esertfikat pelatihan. Sehari sebelumnya telah dilaksanakan pelatihan untuk para peserta dan juga para tutor yang akan memangku pembelajaran e-learning telah dilakukan TOT pelatihan selama dua hari (31 Agustus – 1 September 2020).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!