Pengaruh Candu Merasuki Pasukan Pangeran Diponegoro saat Perang Jawa

Senin, 17 Maret 2025 - 06:28 WIB
Etnis Tionghoa lantas dengan cepat memainkan peran menonjol yang menyedihkan sekali dengan menjadi pengecer candu sekaligus penjaga gerbang cukai.

Bahkan, Peter Carey pada bukunya "Takdir Riwayat Pangeran Diponegoro : 1785 - 1855" mengisahkan bagaimana candu narkotika menjadi pendapatan menggiurkan di Yogyakarta.

Hal ini terjadi sekitar tahun 1814-1824 di mana pendapatan dari ladang candu di Yogya naik lima kali lipat. Pada 1820 terdapat 372 tempat terpisah yang mendapat izin sebagai tempat menjual candu secara eceran di wilayah kekuasaan Sultan Yogya. Tempat-tempat itu sebagian besar gerbang cukai besar, kecil, dan pasar.

Berdasarkan data dari wanita pejabat Belanda, tingkat konsumsi candu pada akhir abad ke-19 diperkirakan 16 persen atau lebih dari 3 juta dari 20 juta penduduk Jawa saat itu yang mengonsumsi candu.

Berbagai jenis candu bahkan juga dikonsumsi kaum pribumi secara masif. Tak hanya si kaya saja, pribumi miskin turut mengisap rokok yang diolesi candu dan mereka yang memamah sirih pinang pun ikut dicampur candu.

Jika itu ikut dihitung barangkali data dari penguasa Belanda pengguna narkotika hampir dapat dipastikan lebih banyak dari 3 juta orang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!