Kisah Sultan Kalijaga Mengubah Keangkeran Alas Mentaok Menjadi Kerajaan Mataram Islam
Senin, 10 Maret 2025 - 05:56 WIB
Selama perjalanan berhari-hari rombongan beberapa kali istirahat di tengah jalan. Ketika tengah berjalan itulah rombongan besar Ki Ageng Pamanahan dan Ki Ageng Karang Lo bertemu Sunan Kalijaga di Kaliopak. Pertemuan dengan Sunan Kalijaga membuat perjalanan rombongan terhenti.
Ki Ageng Pamanahan dan Ki Ageng Karang Lo pun hormat kepada Kanjeng Sunan Kalijaga. Ki Ageng Pamanahan menggosok kaki kanan kanjeng sunan, sementara Ki Ageng Karang Lo menggosok kaki kiri kanjeng sunan.
Kanjeng Sunan lalu berkata kepada Ki Pamanahan, "Ketahuilah sesungguhnya keturunan Ki Karang Lo kelak akan mulia bersama keturunanmu, tetapi tidak berhak menyandang gelar raden atau mas dan tidak berwenang naik tandu. Cukup, lanjutkan perjalananmu."
Setelah kembali melanjutkan perjalanan, Ki Pamanahan beserta rombongannya yang diiringi Ki Karang Lo akhirnya sampai juga di tanah impian Mataram. Setelah sampai, mereka segera membabat hutan dan membangun perumahan di situ sekitar tahun 1532.
Ki Ageng Pamanahan dan Ki Ageng Karang Lo pun hormat kepada Kanjeng Sunan Kalijaga. Ki Ageng Pamanahan menggosok kaki kanan kanjeng sunan, sementara Ki Ageng Karang Lo menggosok kaki kiri kanjeng sunan.
Kanjeng Sunan lalu berkata kepada Ki Pamanahan, "Ketahuilah sesungguhnya keturunan Ki Karang Lo kelak akan mulia bersama keturunanmu, tetapi tidak berhak menyandang gelar raden atau mas dan tidak berwenang naik tandu. Cukup, lanjutkan perjalananmu."
Setelah kembali melanjutkan perjalanan, Ki Pamanahan beserta rombongannya yang diiringi Ki Karang Lo akhirnya sampai juga di tanah impian Mataram. Setelah sampai, mereka segera membabat hutan dan membangun perumahan di situ sekitar tahun 1532.
(jon)
Lihat Juga :