Kobarkan Perang Jawa, Pangeran Diponegoro Didukung Bangsawan, Tumenggung dan Demang
Minggu, 16 Februari 2025 - 07:07 WIB
Pasukan Pangeran Serang bergerak dari Serang menyerang Purwodadi. Dari Purwodadi bergerak menuju Demak, dan hampir semua jembatan penghubung dirusak. Ia dibantu oleh Raden Sukur, putra Bupati Semarang Surioadi Menggolo.
Sebagaimana dikutip dari buku "Sejarah Nasional Indonesia IV : Kemunculan Penjajahan di Indonesia", pada tanggal 11 September 1825, pasukan Pangeran Serang yang berkekuatan 8.000 melakukan konsolidasi di desa Praya, Demak.
Baca juga: Kisah Diponegoro Gelorakan Perang Jawa, Dipicu Penerapan Hukum Eropa Gantikan Hukum Islam
Di wilayah Banyumas tepatnya Karang Kobar, Kalibeber, dan Batur pada tanggal 9 Agustus 1825 sejumlah kantor pemerintah dibakar.
Di Desa Sembong (Weleri) perlawanan dipimpin oleh Raden Ngabei Tersono membakar pos-pos di sepanjang jalan raya. Di Selomanik Gowong, Selomerto (Wonosobo) dan di Brengkelan (Purworejo), Lengis, Yana, dan Kadilangu terjadi pergolakan, rumah-rumah orang Cina dibakar.
Sebagaimana dikutip dari buku "Sejarah Nasional Indonesia IV : Kemunculan Penjajahan di Indonesia", pada tanggal 11 September 1825, pasukan Pangeran Serang yang berkekuatan 8.000 melakukan konsolidasi di desa Praya, Demak.
Baca juga: Kisah Diponegoro Gelorakan Perang Jawa, Dipicu Penerapan Hukum Eropa Gantikan Hukum Islam
Di wilayah Banyumas tepatnya Karang Kobar, Kalibeber, dan Batur pada tanggal 9 Agustus 1825 sejumlah kantor pemerintah dibakar.
Di Desa Sembong (Weleri) perlawanan dipimpin oleh Raden Ngabei Tersono membakar pos-pos di sepanjang jalan raya. Di Selomanik Gowong, Selomerto (Wonosobo) dan di Brengkelan (Purworejo), Lengis, Yana, dan Kadilangu terjadi pergolakan, rumah-rumah orang Cina dibakar.
Lihat Juga :