Wabah Corona Sedot Anggaran Belanja Tak Terduga Jabar Rp2,3 Triliun
Rabu, 02 September 2020 - 22:14 WIB
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Jabar Nanin Hayani Adam menyebutkan, total anggaran BTT penanganan COVID-19 yang sudah terserap mencapai Rp2,3 triliun. "Untuk penanganan kesehatan Rp423 miliar, untuk jaring pengaman sosial yaitu sebesar Rp1,8 triliun," ujar Nanin.
Menurutnya, anggaran BTT tersebut salah satunya digunakan untuk membiayai program paket bantuan sosial (bansos) senilai Rp500.000 per paket bagi masyarakat terdampak pandemi COVID-19. (BACA JUGA: Misteri Pembunuhan Gadis Dalam Kolam Terungkap, Ini Pelaku dan Motifnya )
Menurut Nanin, penyesuaian anggaran BTT intens dilakukan. Hingga kini, sudah lima kali pergeseran anggaran dilakukan yang disesuaikan dengan kondisi penanganan COVID-19 di Provinsi Jabar.
"Kita tidak bisa memprediksi kapan pandemi berakhir. Di bidang kesehatan, pembelian kebutuhan penanganan COVID-19 terus berjalan. Di jaring pengaman sosial, data terus bergerak. Maka, kami harus menyesuaikan perencanaan anggaran dengan kondisi tersebut," tutur dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar Berli Hamdani mengatakan, pos terbesar anggaran BTT bidang kesehatan dimanfaatkan untuk pengadaan perlengkapan tes COVID-19, alat pelindung diri (APD), alat kesehatan, dan bahan habis pakai laboratorium. "Saat awal pandemi, permasalahan yang dihadapi adalah ketersediaan barang di pasaran dan tingginya harga barang," kata Berli.
Menurutnya, anggaran BTT tersebut salah satunya digunakan untuk membiayai program paket bantuan sosial (bansos) senilai Rp500.000 per paket bagi masyarakat terdampak pandemi COVID-19. (BACA JUGA: Misteri Pembunuhan Gadis Dalam Kolam Terungkap, Ini Pelaku dan Motifnya )
Menurut Nanin, penyesuaian anggaran BTT intens dilakukan. Hingga kini, sudah lima kali pergeseran anggaran dilakukan yang disesuaikan dengan kondisi penanganan COVID-19 di Provinsi Jabar.
"Kita tidak bisa memprediksi kapan pandemi berakhir. Di bidang kesehatan, pembelian kebutuhan penanganan COVID-19 terus berjalan. Di jaring pengaman sosial, data terus bergerak. Maka, kami harus menyesuaikan perencanaan anggaran dengan kondisi tersebut," tutur dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar Berli Hamdani mengatakan, pos terbesar anggaran BTT bidang kesehatan dimanfaatkan untuk pengadaan perlengkapan tes COVID-19, alat pelindung diri (APD), alat kesehatan, dan bahan habis pakai laboratorium. "Saat awal pandemi, permasalahan yang dihadapi adalah ketersediaan barang di pasaran dan tingginya harga barang," kata Berli.
Lihat Juga :