Serangan Mertua Pangeran Diponegoro Bikin Sultan Yogyakarta Pusing hingga Minta Bantuan Belanda

Rabu, 22 Januari 2025 - 09:13 WIB
Jejak pelarian Raden Ronggo III ditemukan di kediamannya Yogyakarta melalui dua surat dengan isi yang sama kepada Tumenggung Notodiningrat dan Tumenggung Sumodiningrat. Ini seperti dikisahkan pada buku "Antara Lawu dan Wilis: Arkeologi, Sejarah, dan Legenda Madiun Raya Berdasarkan Catatan Lucien Adam Residen Belanda 1934-1938.

Surat ini berisi informasi bahwa Raden Ronggo telah merencanakan berperang melawan orang-orang Eropa dan Surakarta serta bakal menjalani hidup mengembara. Sang bupati meminta agar keraton dijaga dengan baik dan jembatan menuju Yogyakarta dihancurkan.

Hal ini bertujuan agar tidak ada pasukan yang dapat dikirim ke sana. Di dalam surat, 2 Tumenggung diminta untuk menyampaikan ini ke hadapan Sultan Yogyakarta lalu Raden Ronggo meminta agar sultan mendukung usaha ini.

Pada perjalanan menuju Madiun, Raden Ronggo sempat membakar dan menjarah beberapa desa kekuasaan Solo. Dia juga menyerukan agar semua orang Jawa dan orang Tionghoa menggulingkan otoritas Eropa bersamanya sekaligus menghancurkan Surakarta.

Lebih dari itu, dia juga menyematkan gelar Susuhunan Prabu Ingalaga kepada dirinya. Setelah menyatakan itu, dia memimpin dengan payung yang di perada emas dan mengangkat beberapa bupati, termasuk Bupati Purwodadi sebagai pangeran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!