Serangan Balasan Pejuang Padri saat Serdadu Belanda Kuasai Kota Agam

Sabtu, 18 Januari 2025 - 09:49 WIB
Kompeni Belanda terus mengobarkan peperangan terhadap kaum Padri. Penyerangan itu dibalas pejuang Padri dengan frontal apalagi pascapendudukan daerah VI di Kota Agam yang membuat kemarahan kaum Padri. Foto: Dok SINDOnews
Pasukan kompeni Belanda terus mengobarkan peperangan terhadap kaum Padri . Tapi, penyerangan itu dibalas pejuang Padri dengan frontal apalagi pascapendudukan daerah VI di Kota Agam oleh pasukan Belanda yang membuat kemarahan kaum Padri di Bonjol.

Kematian perwira Belanda Letnan Kolonel Raaff karena sakit pada 19 April 1824 merupakan kesempatan baik bagi kaum Padri untuk kembali mengobarkan perang. Naskah perjanjian perdamaian dikirimkan kembali kepada pihak Belanda dan mereka mulai mengadakan gerakan pasukan ke sebelah tenggara Tanah Datar.



Baca juga: Heroik! Serangan Besar-besaran Kaum Padri Tewaskan Perwira Belanda di Pariaman

Tawaran perdamaian dibalas dengan penyerangan kaum Padri terhadap pos Belanda di Saruaso. Serangan itu dibalas pasukan Hindia Belanda dengan kekuatan 120 serdadu pada 17 Juli 1824 seperti dikisahkan "Sejarah Nasional Indonesia IV: Kemunculan Penjajahan di Indonesia".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!