Strategi Licik Penjajah Belanda Putus Jalur Logistik Bikin Pasukan Minahasa Terdesak

Jum'at, 03 Januari 2025 - 08:15 WIB
Salah satu dampaknya adalah banyak penduduk di wilayah perlawanan yang dianjurkan untuk mengungsi ke daerah yang cukup pangan.

Komandan perang pasukan Belanda Martinus Balfour menyiapkan pasukan untuk merebut jantung pertahanan lawan. Ia mengangkat Kapten Weintree yang berpengalaman tempur di Halmahera sebagai pucuk pimpinan pasukan Belanda.

Baca juga: Kisah 2 Pemimpin Perang Jawa Berselisih saat Pangeran Diponegoro Kobarkan Perang Melawan Belanda

Ia tidak mengadakan serangan langsung ke Minawanua seperti halnya Prediger, sebagaimana dikutip dari buku "Sejarah Nasional Indonesia IV : Kemunculan Penjajahan di Indonesia". Tetapi strateginya yakni mengadakan teror dan operasi militer di sekitar Danau Tondano.

Sementara itu, Kapten Weintree tetap melancarkan tekanan dan teror terhadap walak-walak yang masih membangkang. Letnan Herder meningkatkan patroli di danau untuk memutuskan hubungan pertahanan musuh dengan Minahasa Selatan.

Taktik itu ternyata benar-benar membuat pasukan Minahasa kesulitan. Tapi perlawanan masih dilakukan oleh jajaran pejuang Minahasa, yang dikoordinir oleh para walak. Salah satu strategi yang digunakan yakni menyergap dan menghilang, menjadi andalan pasukan Minahasa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!