Kronologi Bayi 15 Bulan Disiram Air Panas oleh Pengasuh Daycare hanya Gara-gara Menangis
Kamis, 05 Desember 2024 - 09:25 WIB
Korban yang masih berusia 15 bulan disiram air panas yang baru diangkat dari kompor hingga punggungnya melepuh. Mengetahui korban melepuh, tersangka panik dan menghubungi orang tua korban.
Kasus penganiayaan di daycare sebelumnya juga terjadi di Depok hingga menjadi sorotan publik.
Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Arya Perdana menjelaskan, ada dua korban balita yang melaporkan kasus penganiayaan anak oleh pemilik sekaligus pengasuh Daycare Wensen School berinisial MI di Cimanggis, Depok.
"Total korban sampai saat ini pelapor dua ya. Inisial yang pertama MK (2) yang kedua HW 9 bulan," kata Arya di Mapolres Metro Depok, Kamis (1/8/2024) lalu.
Arya membeberkan, ada sebanyak 10 anak yang dititipkan di Daycare Wensen School itu. Menurutnya, Daycare itu sebagai sarana penitipan anak bagi yang kedua orang tuanya bekerja.
"Kalau yang dititipkan itu sejauh ini yang kita tanyakan ada 10 anak. Jadi ini untuk orang tua yang mungkin bekerja, tidak mampu menyediakan waktu secara khusus buat anak dan harus dititipkanlah anak-anak itu," ucapnya.
"Tidak mampu menyediakan waktu secara khusus terhadap anak dan harus pergi kerja, dititipkanlah anak-anak di situ. Jadi, kami menanyakan hal ini kepada yang bersangkutan, memang ada 10 anak yang berada di sana," sebutnya.
Pernah Terjadi Sebelumnya
Kasus penganiayaan di daycare sebelumnya juga terjadi di Depok hingga menjadi sorotan publik.
Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Arya Perdana menjelaskan, ada dua korban balita yang melaporkan kasus penganiayaan anak oleh pemilik sekaligus pengasuh Daycare Wensen School berinisial MI di Cimanggis, Depok.
"Total korban sampai saat ini pelapor dua ya. Inisial yang pertama MK (2) yang kedua HW 9 bulan," kata Arya di Mapolres Metro Depok, Kamis (1/8/2024) lalu.
Arya membeberkan, ada sebanyak 10 anak yang dititipkan di Daycare Wensen School itu. Menurutnya, Daycare itu sebagai sarana penitipan anak bagi yang kedua orang tuanya bekerja.
"Kalau yang dititipkan itu sejauh ini yang kita tanyakan ada 10 anak. Jadi ini untuk orang tua yang mungkin bekerja, tidak mampu menyediakan waktu secara khusus buat anak dan harus dititipkanlah anak-anak itu," ucapnya.
"Tidak mampu menyediakan waktu secara khusus terhadap anak dan harus pergi kerja, dititipkanlah anak-anak di situ. Jadi, kami menanyakan hal ini kepada yang bersangkutan, memang ada 10 anak yang berada di sana," sebutnya.
(shf)