Kronologi Bayi 15 Bulan Disiram Air Panas oleh Pengasuh Daycare hanya Gara-gara Menangis

Kamis, 05 Desember 2024 - 09:25 WIB
loading...
Kronologi Bayi 15 Bulan...
Tersangka S, pengasuh daycare di Depok yang melakukan penyiraman air panas kepada bayi 15 bulan gara-gara menangis. Foto/Ist
A A A
DEPOK - Penganiayaan terhadap balita yang dititipkan ke penitipan anak (Daycare) di wilayah Kota Depok, Jawa Barat kembali terjadi. Kasus terbaru, bayi berusia 15 bulan disiram air panas oleh pengasuh daycare gara-gara menangis saat dimandikan.

Polres Metro Depok yang mendapat laporan langsung bergerak menyelidiki. Hingga akhirnya menangkap pengasuh daycare di wilayah Pengasinan, Sawangan, Kota Depok berinisial S (35).

Baca juga: Penganiayaan di Daycare Depok Kembali Terjadi, Kali Ini Bayi Diguyur Air Panas

Unit PPA Satreskrim Polres Metro Depok menangkap pelaku pada Rabu (4/12/2024).

Kanit PPA Polres Metro Depok, Iptu Dwi Santy Anggraini mengatakan bahwa pelaku kini sudah ditahan di Mapolres Metro Depok. Pelaku dijerat dengan Pasal 80 KUHP atas perbuatannya tersebut.



"Benar, pelaku sudah diamankan beserta barang bukti. Pelaku sebagai pengasuh Daycare. Pelaku dijerat Pasal 80 KUHP penganiayaan anak dibawah umur dengan ancaman 8 tahun penjara," ujar Santy saat dikonfirmasi, dikutip Kamis (5/12/2024).

Kronologi Bayi Disiram Air Panas:

1. Korban Dititipkan ke Daycare

Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Arya Perdana menjelaskan kronologi kasus penganiayaan bayi ini berawal pada hari Senin (2/12/2024) sekitar pukul 05.30 WIB.

Baca juga: Korban Penganiayaan di Daycare Depok Trauma dan Diduga Dislokasi Kaki

Saat itu orangtua korban menitipkan korban pada salah satu Daycare di Pengasinan. Korban memang setiap harinya dititipkan di tempat tersebut dari pukul 05.30 WIB sampai dengan 19.30 WIB.

2. Korban Menangis saat Dimandikan

Sekitar pukul 07.30 WIB korban yang buang air besar menangis dan ketika itu tersangka langsung memandikan korban.

"Karena korban yang setiap kali dimandikan selalu menangis membuat tersangka kesal dan saat itu air yang baru di angkat dari kompor dan dituangkan ke ember langsung di siram ke punggung korban sebanyak dua kali gayung," kata Kapolres Metro Depok Kombes Pol Arya Perdana.

"Setelah itu tersangka merasa panik karena melihat kondisi punggung korban melepuh dan menghubungi orangtua korban sekitar 07.30 WIB," ujarnya.

3. Pelaku Kesal Korban Menangis

Kanit PPA Polres Metro Depok, Iptu Dwi Santy Anggraini menyebut bahwa pelaku diduga kesal akibat korban bayi kerap menangis saat hendak dimandikan.

"Motifnya kesal karena si korban nangis setiap mau di mandikan," ucapnya.

4. Korban Disiram Air Panas dari Kompor

Korban yang menangis oleh pelaku disiram air panas yang baru di angkat dari kompor dan dituangkan ke ember. Pelaku langsung menyiram air panas ke punggung korban sebanyak dua kali gayung.

5. Punggung Korban Melepuh


Korban yang masih berusia 15 bulan disiram air panas yang baru diangkat dari kompor hingga punggungnya melepuh. Mengetahui korban melepuh, tersangka panik dan menghubungi orang tua korban.

Pernah Terjadi Sebelumnya


Kasus penganiayaan di daycare sebelumnya juga terjadi di Depok hingga menjadi sorotan publik.

Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Arya Perdana menjelaskan, ada dua korban balita yang melaporkan kasus penganiayaan anak oleh pemilik sekaligus pengasuh Daycare Wensen School berinisial MI di Cimanggis, Depok.

"Total korban sampai saat ini pelapor dua ya. Inisial yang pertama MK (2) yang kedua HW 9 bulan," kata Arya di Mapolres Metro Depok, Kamis (1/8/2024) lalu.

Arya membeberkan, ada sebanyak 10 anak yang dititipkan di Daycare Wensen School itu. Menurutnya, Daycare itu sebagai sarana penitipan anak bagi yang kedua orang tuanya bekerja.

"Kalau yang dititipkan itu sejauh ini yang kita tanyakan ada 10 anak. Jadi ini untuk orang tua yang mungkin bekerja, tidak mampu menyediakan waktu secara khusus buat anak dan harus dititipkanlah anak-anak itu," ucapnya.

"Tidak mampu menyediakan waktu secara khusus terhadap anak dan harus pergi kerja, dititipkanlah anak-anak di situ. Jadi, kami menanyakan hal ini kepada yang bersangkutan, memang ada 10 anak yang berada di sana," sebutnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dari Cinta Menjadi Luka:...
Dari Cinta Menjadi Luka: Kekerasan Berpacaran Perspektif Psikologi
Korban Disiksa Selama...
Korban Disiksa Selama 3 Tahun, Mengapa Tak Melawan? Ini Penjelasan Psikolog!
Kasus Wanita Disekap...
Kasus Wanita Disekap 3 Tahun di Bandung, Uya Kuya Desak Polisi Tangkap Pelaku
Rekomendasi
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Purbaya Isyaratkan Marketplace...
Purbaya Isyaratkan Marketplace Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli 2026
Penasaran dengan Isi...
Penasaran dengan Isi Kakbah yang dijadikan Kiblat Salat? Simak Penjelasannya di Sini!
Berita Terkini
Pramono Bakal Bangun...
Pramono Bakal Bangun 11 Rusun Baru Pakai APBD, Ini Lokasinya
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Akademisi: Riset Advokasi...
Akademisi: Riset Advokasi Kunci Perlindungan Warga Sipil
Kepala UPTD Diciptabintar...
Kepala UPTD Diciptabintar Pemkot Bandung Dorong Penegakan Aturan Pemanfaatan Ruang
JKF Fun Padel Competition...
JKF Fun Padel Competition 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Instansi di Jakarta
Isak Tangis Keluarga...
Isak Tangis Keluarga Kecelakaan Maut di Bekasi Timur: Saya Nggak Kuat Anaknya Masih Kecil
Infografis
Suhu Panas di dalam...
Suhu Panas di dalam Air Meningkat, Ratusan Lumba-lumba Mati
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved