Sekolah Damai Perkuat Generasi Muda dari Bahaya Intolerasi dan Bullying

Jum'at, 08 November 2024 - 17:35 WIB
Selain itu, workshop yang dihadiri oleh 300 peserta, terdiri dari 235 santri Ponpes IMMIM dan 65 siswa dari berbagai sekolah di sekitar Makassar, juga menghadirkan narasumber yang memberikan wawasan penting bagi peserta. Salah satunya adalah Suryadi Mas'ud, seorang mantan napi terorisme yang kini aktif dalam program deradikalisasi.

Suryadi berbagi kisahnya tentang bagaimana ia terjerumus ke dalam paham radikal sejak remaja. Ia menceritakan pengalamannya sebagai bagian dari kelompok teroris dan keterlibatannya dalam sejumlah aksi teror, termasuk serangan bom di Bali. Suryadi mengingatkan para pelajar untuk tidak mudah terpengaruh oleh paham radikal dan untuk menjauhi kelompok yang menyebarkan ideologi kekerasan.

"Perbedaan itu adalah sunatullah. Kita harus bangga dengan keragaman Indonesia. Cintailah negara kita, cintailah orang tua dan guru, meskipun mereka punya kesalahan. Jangan mudah terprovokasi oleh kebencian," pesan Suryadi kepada para peserta.

Kegiatan Sekolah Damai ini juga melibatkan berbagai pihak, termasuk Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, Kantor Wilayah Kemenag Sulsel, dan Duta Damai Sulawesi Selatan. Sebagai bagian dari kegiatan, para peserta juga berpartisipasi dalam lomba menggambar bertema Tolak Intoleransi, Kekerasan, dan Bullying dengan menggunakan ember sebagai media.

Kehadiran para narasumber dan kolaborasi berbagai instansi dalam acara ini menegaskan komitmen BNPT dan seluruh pihak terkait untuk terus berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih damai, bebas dari intoleransi, kekerasan, dan bullying, serta lebih mendekatkan generasi muda dengan nilai-nilai perdamaian yang sesuai dengan ideologi Pancasila.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!