Raker dengan Perumda Trans Pakuan, Komisi II Siap Dukung Kemajuan Transportasi

Kamis, 24 Oktober 2024 - 11:22 WIB
Rusli juga menyoroti perihal persoalan utang antara Perumda Trans Pakuan dengan karyawan eks PDJT yang diperkirakan jumlahnya mencapai Rp7,7 miliar. Ia meminta Perumda Trans Pakuan segera menyelesaikan persoalan ini agar adanya kepastian pendapatan dan kontribusi.

Sebab dari rencana bisnis, mulai 2025 Perumda Trans Pakuan diperkirakan bisa mendapatkan keuntungan Rp750 juta per tahun. Nantinya Rp500 juta digunakan untuk mencicil hutang karyawan selama 10 tahun. Baca juga:

Pemprov Jabar Luncurkan Bus Trans Pakuan Bogor Jadi Feeder LRT

Tentunya hal tersebut membuat Perumda Trans Pakuan tidak dapat memberikan kontribusi ke PAD Kota Bogor. Juga menjadi penghambat untuk diberikannya PMP di kemudian hari dengan rekam jejak pengelolaan aset dan keuangan yang buruk.

"Jadi harus jelas ini skala prioritas penggunaan anggaran di Perumda Trans Pakuan. Kami meminta agar permasalahan di masa lalu segera diselesaikan agar tidak menjadi kerikil dalam mencapai masa depan," tuturnya.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!