PDIP Maju-Mundur di Pilkada Surabaya

Sabtu, 29 Agustus 2020 - 08:34 WIB
PDIP kembali menunda pengumuman pasangan calon yang akan diusung di pilkada Kota Surabaya yang memunculkan sejumlah spekulasi. Foto: dok/SINDOnews
JAKARTA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kembali menunda pengumuman pasangan calon yang akan diusung di pilkada Kota Surabaya . Penundaan pengumuman ini memunculkan sejumlah spekulasi. Diduga masih terjadi tarik menarik di internal Partai Banteng sehingga nama calon batal disampaikan ke publik. (Baca: Mantan Kapolda Jatim Diyakini Mampu Bawa Surabaya Lebih Maju)

Penundaan ini menyiratkan sikap hati-hati dari partai pemenang Pemilu 2019 ini dalam memilih pasangan calon kepala daerah untuk Kota Surabaya. Hal ini beralasan karena Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia sehingga kemenangan atau kekalahan akan memberi dampak jangka panjang, termasuk dalam menghadapi Pemilu 2024. Selain itu, PDIP perlu menjaga kekuasaannya di Surabaya yang sudah digenggam selama 20 tahun.



Penundaan pengumuman untuk ke sekian kalinya ini mengundang reaksi. Apalagi, pengurus DPC PDIP Kota Surabaya telah lama menantikan pengumuman dari DPP dengan alasan mesin partai harus digerakkan untuk mencari dukungan masyarakat. (Baca juga: Indonesia Tidak Akan Selamat, Waktu 1,5 Bulan Tidak Cukup Hindari Resesi)

DPC PDIP Surabaya perlu bergerak cepat karena menyadari lawan yang akan dihadapi di pilkada sangat serius. Partai ini akan menghadapi koalisi delapan partai politik. Delapan parpol ini telah menyatakan akan mendukung bakal calon wali kota Machfud Arifin yang juga mantan Kapolda Jawa Timur.

Parpol yang mendukung Machfud Arifin yakni yakni Partai Golkar, Partai NasDem, Partai Gerindra, PKB, Partai Demokrat, PAN, PKS, PPP. Koalisi besar ini menguasai 31 kursi dari 50 kursi di DPRD Surabaya. Adapun PDIP hanya memiliki 15 kursi. Empat kursi lain dimiliki PSI.

Namun, harapan pengurus PDIP Surabaya kembali pupus kemarin. DPP PDIP memutuskan kembali menundanya kemarin. Sebelumnya, pengumuman dijadwalkan akan dilakukan pada 19 Agustus 2020, lalu ditunda menjadi 24 Agustus 2020. (Baca juga: Bopong Senjata dan Radar Canggih, Pesawat F-16 TNI AU Semakin Garang)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!