Punya Jiwa Aktivis, Pramono Dianggap Pantas Memimpin Jakarta

Minggu, 13 Oktober 2024 - 14:12 WIB
Agusto mengatakan, bagi yang mengenal Pram hal ini bukan kejutan. Latar belakangnya sebagai aktivis mahasiswa dan ketua Satgas pertama di ITB adalah modal kuat yang mengantarkannya dalam perjalanan panjang di dunia politik.

Agusto menceritakan, Pram, mahasiswa ITB angkatan 1982 jurusan Teknik Pertambangan, adalah bagian dari generasi yang masih merasakan imbas pembubaran Dewan Mahasiswa (DM) ITB pada 1978. Meski saat itu DM dibubarkan, namun semangat gerakan mahasiswa tak pernah padam.

Kampus-kampus, termasuk ITB, tetap menjadi arena perlawanan. Ketua-ketua himpunan di ITB saat itu bersatu membentuk Komite Pembelaan Mahasiswa (KPM), yang fokus utamanya adalah mengadvokasi para pimpinan mahasiswa yang ditangkap oleh rezim Orde Baru.

Pada 1985, kata Agusto, ITB menjadi saksi aksi besar mahasiswa menentang rally mobil, yang dianggap menghabiskan subsidi BBM secara berlebihan. Rally ini digelar hampir setiap minggu di kota-kota besar seperti Medan, Jakarta, dan Surabaya, bahkan di perkebunan Sumatera dan Kalimantan.

Adapun saat itu demonstrasi itu menyebabkan Ketua KPM Dedy Triawan dipecat Rektor ITB Hariadi Supangkat yang berada di bawah tekanan besar. “Namun, tekanan kampus dan rezim Orde Baru tak mampu meredam semangat kritis mahasiswa. Pemecatan itu justru memicu demonstrasi besar saat kunjungan Presiden Prancis Francois Mitterrand ke ITB pada September 1986," kata Agusto.

Kunjungan kenegaraan Mitterrand ke ITB kala itu tak disambut dengan karangan bunga atau musik angklung. Sebaliknya, mahasiswa menyajikan pertunjukan teatrikal yang simbolis: mereka memotong bebek petelur, menggambarkan "bunuh diri kelas".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!