Punya Jiwa Aktivis, Pramono Dianggap Pantas Memimpin Jakarta

Minggu, 13 Oktober 2024 - 14:12 WIB
“Ide ini muncul dari diskusi para aktivis, salah satunya Pram, yang menyarankan agar simbol ayam (yang diasosiasikan dengan Prancis) diganti dengan bebek. Pesan moral dari aksi itu jelas: mahasiswa bukanlah bebek petelur yang hanya dihargai saat produktif,” ungkapnya.

Dia berpendapat, kampus seharusnya melahirkan pemimpin masa depan, bukan sekadar tenaga kerja. Setelah aksi ini, Rektor ITB diundang bertemu dengan Presiden Soeharto di Bina Graha. Sebelum pertemuan, Soeharto mendapat nasihat dari Mitterrand untuk memperhatikan mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Soeharto berpesan agar rektor tidak terlalu keras terhadap mahasiswa, yang kemudian melonggarkan kegiatan kemahasiswaan di ITB. “Menyikapi perubahan tersebut, Forum Ketua Himpunan Jurusan (FKHJ) bersepakat membentuk Satgas yang berfungsi seperti Dewan Mahasiswa sebelumnya,” ungkapnya.

Setelah itu, kata dia, digelar pemilu untuk memilih ketua Satgas. Dia melanjutkan, dalam pemilu demokratis pertama sejak pembekuan DM, Pramono Anung terpilih sebagai Ketua Satgas ITB pertama, membuktikan kemampuannya dalam mengorganisir dan memimpin.

"Melihat kiprah Pram di masa lalu, tak diragukan lagi bahwa Jakarta membutuhkan pemimpin dengan jiwa aktivis seperti dia. Pemimpin yang tak hanya paham birokrasi, tetapi juga mampu merawat Jakarta dengan semangat pergerakan. Selamat, Pram. Sosok Anda pantas memimpin Jakarta," pungkas Agusto.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!