Menyelamatkan Sisa Generasi Dari Pandemi

Jum'at, 28 Agustus 2020 - 10:54 WIB
"Jika lahir di rumah sakit untuk ibu hamil yang probable maka kami siapkan rumah sakit yang dapat menangani ibu hamil dengan status probable COVID-19 ," jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan ini pun memaparkan, ada 29 rumah sakit di Surabaya yang bekerja sama dengan Pemkot Surabaya melalui Jamkesmas Non Kuota. Kemudian, untuk rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS, berjumlah 42 rumah sakit.

"Untuk ibu hamil tergatung jaminannya menggunakan BPJS atau Jamkesmas. Bisa dipilih sesuai dengan jaminan kesehatannya, kita harus memastikan mereka aman dan sehat serta tak takut karena ada BPJS," jelasnya.

Feny menyebut, khusus untuk ibu hamil probable COVID-19 , ada sembilan rumah sakit yang sudah disiapkan untuk tempat persalinan. Di antaranya, RSU dr Soetomo, RSUD dr Moh Soewandhie, RS Unair, RS Royal, RS Husada Utama, RS PHC, RSU Haji, RSUD Bhakti Dharma Husada dan RSAL dr Ramelan.

"Untuk pasien dengan risiko sangat tinggi dengan NICU level 3, ada enam rumah sakit. Yakni, RSU dr Soetomo, RSUD dr Moh Soewandhie, RS Unair, RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) dan RSAL dr Ramelan dan RSU Haji," imbuhnya.

BPJS Kesehatan Cabang Surabaya juga menjalankan tugas khusus yang diberikan oleh pemerintah untuk melakukan verifikasi terhadap klaim pelayanan kesehatan akibat COVID-19 .

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surabaya Herman Dinata Mihardja menuturkan, para pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 akan dirawat sampai dengan sembuh sesuai dengan Panduan Tatalaksana COVID-19 yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan.

"Sampai dengan saat ini kami sudah menerima klaim untuk 28 RS yang melayani pasien COVID-19 yang ada di Kota Surabaya," kata Herman. (Baca juga: Di Tengah Pandemi, Pasar Nambangan Menjadi Nafas Baru Bagi Pedagang )

Selama masa pandemi, katanya, BPJS Kesehatan Cabang Surabaya menerapkan penyesuaian layanan untuk mencegah penyebaran COVID-19 dengan cara mengoptimalkan layanan kanal digital seperti BPJS Kesehatan Care Center 1500400, aplikasi Mobile JKN, Chat Assistant JKN (Chika) dan Voice Interactive JKN (Vika).

"Sosialisasi dan edukasi juga dilakukan pada peserta JKN-KIS untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat," jelasnya. (Baca juga: 9.083 Warga Surabaya Sembuh COVID-19, Angka Kesembuhan Capai 77,53% )

Kolaborasi di tengah pandemi dan deteksi dini ini membuahkan hasil. Fad menjalani persalinan normal dan sang buah hati lahir ke dunia. Dari hasil tes swab Fad dan sang buah hati bebas dari COVID-19 .
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!