Kisah Gajah Mada dan Kelahiran Hayam Wuruk, Ditandai Gempa dan Gunung Kelud Meletus
Kamis, 26 September 2024 - 07:09 WIB
Usai Perang Sadeng, ia memutuskan untuk mundur dan mengusulkan Gajah Mada, patih Daha yang berpengalaman, untuk menggantikannya.
Dalam buku Prof. Slamet Muljana,“Pemugaran Persada Sejarah Leluhur Majapahit”, disebutkan bahwa Aria Tadah menyarankan kepada Ratu Tribhuwana Tunggadewi agar mempercayakan jabatan tersebut kepada Gajah Mada.
Meskipun Tribhuwana sempat ragu, pengalaman Gajah Mada dalam memimpin Daha membuatnya yakin. Namun, belum sempat Gajah Mada dilantik, alam berbicara gempa bumi yang dahsyat mengguncang Majapahit.
MenurutPararaton, gempa ini bukan sekadar getaran bumi, melainkan isyarat perubahan besar: peralihan kekuasaan dari Aria Tadah ke Gajah Mada sebagai patih amangkubhumi. Pelantikan Gajah Mada kemudian berlangsung di Balaiurung.
Baca juga: Karamah Sunan Gunung Jati, Hidupkan Ayam yang Dipanggang dan Jadikan Ki Kuwu Memeluk Islam
Dalam buku Prof. Slamet Muljana,“Pemugaran Persada Sejarah Leluhur Majapahit”, disebutkan bahwa Aria Tadah menyarankan kepada Ratu Tribhuwana Tunggadewi agar mempercayakan jabatan tersebut kepada Gajah Mada.
Meskipun Tribhuwana sempat ragu, pengalaman Gajah Mada dalam memimpin Daha membuatnya yakin. Namun, belum sempat Gajah Mada dilantik, alam berbicara gempa bumi yang dahsyat mengguncang Majapahit.
MenurutPararaton, gempa ini bukan sekadar getaran bumi, melainkan isyarat perubahan besar: peralihan kekuasaan dari Aria Tadah ke Gajah Mada sebagai patih amangkubhumi. Pelantikan Gajah Mada kemudian berlangsung di Balaiurung.
Baca juga: Karamah Sunan Gunung Jati, Hidupkan Ayam yang Dipanggang dan Jadikan Ki Kuwu Memeluk Islam
Lihat Juga :