Kisah AS Hanandjoeddin, Teknisi Pesawat yang Mengguncang Pertahanan Belanda di Malang

Rabu, 25 September 2024 - 10:46 WIB
Sampai suatu ketika Belanda terus bergerak mendesak pasukan gerilyawan gabungan itu membuat lapangan terbang Pakis, yang kini bernama Abdul Rachman Saleh, kembali direbut. Alhasil perlawanan darı darat harus dilakukan oleh pejuang-pejuang bersama arek-arek Malang.

"Tahun 1947 bulan Juli itu dia (Hanandjoeddin) harus mundur, ikut gabung ke pasukan darat, akhirnya menempati waktu itu sebelum Rumah Sakit Umum Sumber Santoso belum direbut (Belanda) bertempat di situ," papar dia.

Peperangan sempat terjadi di kawasan Poncokusumo dan sekitarnya. Di mana pasukan Belanda berasal darı Lumajang, Lawang, dan Batu, bergerak mengepung kawasan di sekitar Pegunungan Bromo Tengger Semeru. Tapi kecepatan dan daya juang arek-arek Malang membuat pasukan Belanda kewalahan.

Baca juga: 3 Kombes Dimutasi Jadi Kapolres di Jajaran Polda Jatim, Ini Sosoknya

"Buat pertahanan di sana di Belung, Poncokusumo, ada tragedi juga peperangan, hampir satu pasukan pejuang 15 orang lebih, yang gugur waktu itu tiga orang. Di situ termasuk yang sukses. Jadi Belanda malah berpikir pertahanan di sana kuat," tandasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!