Unair Dampingi Perajin Gerabah di Mojokerto Go International
Jum'at, 20 September 2024 - 08:14 WIB
“Berbagai variasi, tapi tetap cobek. Harganya murah. Paling Rp2.000 hingga Rp10.000. Kami ingin gerabah lebih bervariasi dan syukur bisa ekspor. Terima kasih tim Unair mau mendampingi mereka,” kata Dwi.
Karena kondisi itulah, pelatihan pertama yang dilaksanakan adalah pengembangan dan diversifikasi produk gerabah layak ekspor. Kegiatan ini dilaksanakan pada 10 Agustus 2024.
Untuk memberi gambaran tentang model dan kualitas produk gerabah yang berpotensi ekspor, tim Unair mendatangkan perajin yang berpengalamanan mengekspor gerabah dari Kasongan, Bantul, Jogjakarta, Mas Bisma.
Dia memiliki Lembaga Pendidikan Gerabah Nangsib Keramik Kasongan, Jogjakarta.
Selain Bisma, pelatihan juga diberikan oleh anggota tim Pengmas, yaitu Dr. Dien Mardhiyah. Bu Dien panggilan akrabnya memberikan materi tentang jenis-jenis produk kerajinan, peningkatan value produk, dan alasan mengapa gerabah perlu diekspor.
Pelatihan kedua dilaksanakan kemarin. Temanya adalah peningkatkan literasi teknologi dan memanfaatkan pemasaran digital sebagai sarana memperluas jangkauan produk lokal.
Media sosial, branding, serta platform online seperti Facebook Marketplace menjadi fokus utama pelatihan yang berlangsung di Balai Desa Mlaten Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto ini.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Desa Mlaten Dwi Siswarini, tim dosen Ekonomi Islam Unair, dan mahasiswa MBKM Pengabdian. Yang jadi narasumber Ketua Pengmas Imron Mawardi dan ahli digital marketing dan pengembangan UMKM, Erland Maulana.
Karena kondisi itulah, pelatihan pertama yang dilaksanakan adalah pengembangan dan diversifikasi produk gerabah layak ekspor. Kegiatan ini dilaksanakan pada 10 Agustus 2024.
Untuk memberi gambaran tentang model dan kualitas produk gerabah yang berpotensi ekspor, tim Unair mendatangkan perajin yang berpengalamanan mengekspor gerabah dari Kasongan, Bantul, Jogjakarta, Mas Bisma.
Dia memiliki Lembaga Pendidikan Gerabah Nangsib Keramik Kasongan, Jogjakarta.
Selain Bisma, pelatihan juga diberikan oleh anggota tim Pengmas, yaitu Dr. Dien Mardhiyah. Bu Dien panggilan akrabnya memberikan materi tentang jenis-jenis produk kerajinan, peningkatan value produk, dan alasan mengapa gerabah perlu diekspor.
Pelatihan kedua dilaksanakan kemarin. Temanya adalah peningkatkan literasi teknologi dan memanfaatkan pemasaran digital sebagai sarana memperluas jangkauan produk lokal.
Media sosial, branding, serta platform online seperti Facebook Marketplace menjadi fokus utama pelatihan yang berlangsung di Balai Desa Mlaten Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto ini.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Desa Mlaten Dwi Siswarini, tim dosen Ekonomi Islam Unair, dan mahasiswa MBKM Pengabdian. Yang jadi narasumber Ketua Pengmas Imron Mawardi dan ahli digital marketing dan pengembangan UMKM, Erland Maulana.
Lihat Juga :