Unair Dampingi Perajin Gerabah di Mojokerto Go International

Jum'at, 20 September 2024 - 08:14 WIB
Pelatihan diikuti 27 pengrajin gerabah Desa Mlaten. Pada pelatihan ini, Imron menjelaskan bahwa program ini difokuskan untuk membantu para perajin tradisional beradaptasi dengan era digital.

“Penggunaan media digital bukan hanya tren, tetapi kebutuhan. Lewat pelatihan ini, kami berharap pengrajin di Desa Mlaten bisa lebih percaya diri memasarkan produknya secara global,” kata Imron, Wakil Dekan Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Unair ini.

Ia menambahkan, sekarang ini ada beberapa metode pemasaran yang populer, yakni content marketing, social media marketing, dan influencer marketing, terangnya.

Menurutnya, pemasaran tidak hanya sekadar menjual produk, tetapi juga membangun citra dan branding yang kuat di hadapan konsumen. Sehingga produk gerabah lokal Desa Mlaten bisa menembus pasar ekspor.

Sementara itu, Erland Maulana memberikan pelatihan menjual produk di Facebook Marketplace. Para peserta diminta langsung masuk ke akun Facebook dan menggunakan Facebook Marketplace yang tersedia di masing-masing gawai mereka, membuat content, dan mengupload.

“Kita akan mencoba pelan-pelan mulai dari memposting produk Facebook-nya dulu. Supaya mereka lebih fasih dengan teknologi dan bisa membantu bisnis keluarga berkembang,” imbuhnya.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!