Kisah Perlawanan Raden Mas Said hingga Menyerah ke VOC Belanda setelah Perjanjian Salatiga

Kamis, 19 September 2024 - 08:51 WIB
Kemudian dari Daha, wilayah Kediri pasukan Mas Said berusaha untuk menembus keluar. Namun, pasukan raja, Mayor Steenmulder, dan Pangeran Madura bergerilya di sekelilingnya secara terus-menerus. Selain pelarian di Daha, Lucien Adam menemukan laporan mengenai pelariannya ke Ngawi melalui Bengawan Solo.

Pelarian ini dilakukan melalui Mantingan di bagian barat Ngawi yang dilanjutkan dengan pergerakan ke arah utara. Mas Said baru menyerahkan diri pada 17 Maret 1757 ketika menandatangani Perjanjian Salatiga dengan Kompeni yang mengakui statusnya sebagai Pangeran Adipati, alias Pangeran Amardika di Surakarta dengan apanase empat ribu cacah atau keluarga petani.

Menariknya, Babad Pacitan menyebutkan bahwa Pangeran Mangkubumi juga berkelana melalui daerah ini dengan beberapa orang pengikutnya. Pengikut yang mendampinginya saat itu adalah Ngabehi Notoprojo dan pengikut setianya, Bupati Setroketipo atau yang dikenal sebagai Raden Tumenggung Setrowijoyo I.

Baca juga: Karier Militer Letjen TNI Edy Rahmayadi, Calon Gubernur Sumut Incumbent yang Pernah Jabat Pangkostrad

Kepada orang kedua tadi, sang pangeran memberikan hadiah berupa selirnya yang merupakan putri Demang Panggul, seorang penguasa dari sebuah daerah yang pernah ditinggalinya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!