Kisah Kemenangan Pasukan Pangeran Diponegoro Hancurkan Tentara Belanda

Senin, 19 Agustus 2024 - 06:27 WIB
Pertempuran belum berakhir di situ. Di akhir tahun 1827, pertempuran baru pecah di Rembang dan Jipang-Rajekwesi, wilayah yang sekarang dikenal sebagai Bojonegoro. Saudara ipar Pangeran Diponegoro, Sosrodilogo, ikut terlibat dalam pertempuran yang berlangsung sengit dari awal Desember 1827 hingga pertengahan Januari 1828.

Peperangan ini memutus jalur komunikasi antara Semarang dan Surabaya, membuat Belanda berada dalam kondisi yang semakin terdesak. Jenderal De Kock, yang memimpin pasukan Belanda, terpaksa menunda rencana kepulangannya ke Belanda dan menyerahkan komando kepada Van Geen, seorang perwira yang dikenal tanpa ampun dalam taktik bumi hangusnya.

Di tengah kondisi perang yang semakin memburuk, para pejabat militer dan sipil Belanda mulai memikirkan cara untuk mengakhiri konflik ini. Keuangan yang semakin menipis, ekonomi yang lumpuh di Jawa Tengah bagian selatan, dan ancaman kebangkrutan membuat Belanda semakin terdesak. Bahkan, raja yang dianggap loyal kepada Belanda, Sunan Pakubuwana VI, mulai menunjukkan tanda-tanda keraguannya, bersiap-siap untuk berpihak kepada Pangeran Diponegoro jika situasi berbalik.

Kisah ini menggambarkan betapa kerasnya perjuangan Pangeran Diponegoro dan pasukannya dalam melawan kekuatan kolonial, sebuah perjuangan yang tidak hanya menyatukan kekuatan rakyat, tetapi juga menggetarkan dasar kekuasaan kolonial di tanah Jawa.
(hri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!