Wabah Penyakit dalam Sejarah; Konspirasi Calon Arang hingga Konsep Karantina
Sabtu, 02 Mei 2020 - 05:00 WIB
Di Indonesia, dalam rangkuman legenda dan sejarah, sebenarnya sudah mengenal dan mengalami berbagai wabah penyakit. Foto/Dok/SINDOnews
WABAH virus Corona atau COVD-19 yang telah menjadi pandemi menjalar menebar maut ke seluruh dunia. Di Indonesia, dalam rangkuman legenda dan sejarah, sebenarnya sudah mengenal dan mengalami berbagai wabah penyakit. Ini seharusnya bisa dijadikan pelajaran untuk menghadapi wabah virus Corona saat ini.
Pada naskah Calon Arang yang ditulis pada lontar beraksara Bali berbahasa Jawa Kuno dengan angka tahun 1462 Saka atau 1540 menceritakan tentang terjadinya wabah penyakit. Kisah Calon Arang ini diperkirakan terjadi saat masa pemerintahan Raja Airlangga (1006-1042) di Jawa Timur.
Dikisahkan tentang konspirasi seorang janda sakti nan bengis dalam penyebaran wabah penyakit yang merenggut banyak korban jiwa. Hal tersebut dilakukan janda asal Desa Girah yang sakit hati karena tidak ada satu pemuda pun yang mau melamar anak perempuannya yang cantik, Ratna Manggali.
Diceritakan, Calon Arang melalui ritual khusus dengan mengucapkan mantra-mantra mampu menurunkan wabah penyakit mematikan. Banyak korban berjatuhan dengan ditandai kondisi tubuh demam tinggi.
Begitu mengerikannya wabah penyakit tersebut, digambarkan banyak mayat bergelimpangan di jalan. Bahkan sampai tak ada sela tanah di antara kuburan untuk memakamkan korban meninggal yang berjatuhan.
Kondisi tersebut membuat Raja Airlangga menemui pertapa sakti Empu Bharadah di Lemahtulis untuk menghentikan wabah penyakit yang disebarkan Calon Arang. Empu Bharadah pun mengutus muridnya Empu Bahula untuk menikahi putri Calon Arang, Ratna Manggali.
Agar Calon Arang tak lagi menebar maut, Empu Bahula berhasil mengambil kitab berisi mantra milik ibu mertuanya itu. Empu Bharadah, setelah menerima kitab tersebut dari muridnya, akhir bisa mengalahkan Calon Arang dan wabah penyakit mematikan itu benar-benar reda.
Pada naskah Calon Arang yang ditulis pada lontar beraksara Bali berbahasa Jawa Kuno dengan angka tahun 1462 Saka atau 1540 menceritakan tentang terjadinya wabah penyakit. Kisah Calon Arang ini diperkirakan terjadi saat masa pemerintahan Raja Airlangga (1006-1042) di Jawa Timur.
Dikisahkan tentang konspirasi seorang janda sakti nan bengis dalam penyebaran wabah penyakit yang merenggut banyak korban jiwa. Hal tersebut dilakukan janda asal Desa Girah yang sakit hati karena tidak ada satu pemuda pun yang mau melamar anak perempuannya yang cantik, Ratna Manggali.
Diceritakan, Calon Arang melalui ritual khusus dengan mengucapkan mantra-mantra mampu menurunkan wabah penyakit mematikan. Banyak korban berjatuhan dengan ditandai kondisi tubuh demam tinggi.
Begitu mengerikannya wabah penyakit tersebut, digambarkan banyak mayat bergelimpangan di jalan. Bahkan sampai tak ada sela tanah di antara kuburan untuk memakamkan korban meninggal yang berjatuhan.
Kondisi tersebut membuat Raja Airlangga menemui pertapa sakti Empu Bharadah di Lemahtulis untuk menghentikan wabah penyakit yang disebarkan Calon Arang. Empu Bharadah pun mengutus muridnya Empu Bahula untuk menikahi putri Calon Arang, Ratna Manggali.
Agar Calon Arang tak lagi menebar maut, Empu Bahula berhasil mengambil kitab berisi mantra milik ibu mertuanya itu. Empu Bharadah, setelah menerima kitab tersebut dari muridnya, akhir bisa mengalahkan Calon Arang dan wabah penyakit mematikan itu benar-benar reda.
Lihat Juga :