Kisah Soeharto Serbu Markas Pasukan Belanda di Yogyakarta saat Terlelap Tidur di Waktu Subuh

Selasa, 13 Agustus 2024 - 15:34 WIB


Komandan WK III Yogyakarta Letkol Soeharto menggelar perlawanan gerilya terhadap Belanda di Yogyakarta dari Desember 1948 hingga Juni 1949. Foto/IPPHOS

Pada pagi yang masih gelap, ketika pasukan Belanda belum sepenuhnya terjaga, serangan dilancarkan dari berbagai penjuru kota. Soeharto, yang saat itu menjabat sebagai komandan gerilya di wilayah Yogyakarta, memimpin pasukannya untuk merebut kembali bagian-bagian penting kota, termasuk Jalan Malioboro. Sementara itu, ada cerita menarik yang diungkapkan oleh Kolonel Abdul Latief, salah satu anak buah Soeharto, tentang bagaimana Soeharto tampak tenang menikmati soto babat di markasnya, sementara di luar, pertempuran sengit sedang berlangsung.

Meskipun peran Soeharto dalam serangan ini sering kali ditonjolkan, sejarah mencatat bahwa inisiatif serangan ini tidaklah sepenuhnya berasal dari dirinya. Presiden Joko Widodo, melalui Keputusan Presiden No. 2 tahun 2022, menempatkan Sri Sultan Hamengku Buwono IX sebagai penggagas utama Serangan Umum 1 Maret 1949, dengan Jenderal Sudirman sebagai panglima yang memerintahkan serangan tersebut.

Serangan Umum 1 Maret 1949 tidak hanya berhasil mengguncang Belanda, tetapi juga membawa pesan kuat ke dunia internasional bahwa perjuangan Indonesia masih jauh dari kata selesai. Bendera merah putih yang berkibar di Yogyakarta pagi itu menjadi simbol bahwa kemerdekaan Indonesia masih tegak berdiri.
(hri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!