Survei Pilbup Demak 2024 Versi LKPI, Teguh Sapto Utomo Unggul
Selasa, 09 Juli 2024 - 19:30 WIB
Baca Juga: Aneh, Bawaslu Demak Temukan Pemilih Pilkada Kelahiran Tahun 2989
Disusul Edi Sayudi 24,7%, Eisti'anah 22,4%, dan Ali Makhsun 9,3%. Sedangkan yang tidak memberikan pilihan 18,3%. Lubis mengungkapkan, Eistianah memiliki nilai lebih sebagai petahana.
“Dia sudah dikenal masyarakat Demak secara luas, namun hasil survei LKPI menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat Demak terhadap kinerja Eistianah menunjukkan angka persentase sebesar 51,7%," kata Lubis.
Lubis menjelaskan, hasil survei ini juga menunjukkan belum satu pun kandidat calon bupati yang mendominasi tingkat keterpilihan hingga mendekati kisaran 25 persen. Karena itu, Lubis menyarankan, kandidat calon bupati yang berminat maju dalam Pilkada Demak mulai sekarang lebih banyak tampil di tengah masyarakat untuk mengenal lebih dekat permasalahan yang dihadapi masyarakat Demak.
Dia berpendapat, para calon bupati itu juga harus sudah membangun jaringan dengan berbagai stakeholders masyarakat. Kalau diamati, kata Lubis, saat ini baik kandidat maupun partai masih banyak yang menunggu perkembangan pusat.
Disusul Edi Sayudi 24,7%, Eisti'anah 22,4%, dan Ali Makhsun 9,3%. Sedangkan yang tidak memberikan pilihan 18,3%. Lubis mengungkapkan, Eistianah memiliki nilai lebih sebagai petahana.
“Dia sudah dikenal masyarakat Demak secara luas, namun hasil survei LKPI menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat Demak terhadap kinerja Eistianah menunjukkan angka persentase sebesar 51,7%," kata Lubis.
Lubis menjelaskan, hasil survei ini juga menunjukkan belum satu pun kandidat calon bupati yang mendominasi tingkat keterpilihan hingga mendekati kisaran 25 persen. Karena itu, Lubis menyarankan, kandidat calon bupati yang berminat maju dalam Pilkada Demak mulai sekarang lebih banyak tampil di tengah masyarakat untuk mengenal lebih dekat permasalahan yang dihadapi masyarakat Demak.
Dia berpendapat, para calon bupati itu juga harus sudah membangun jaringan dengan berbagai stakeholders masyarakat. Kalau diamati, kata Lubis, saat ini baik kandidat maupun partai masih banyak yang menunggu perkembangan pusat.
Lihat Juga :